Serena, Petenis Sukses Alumnus Homeschooling

Anda pasti kenal dengan Serena Jameka Willian. Ya Serena begitu dikenal oleh masyarakat Amerika maupun dunia, karena prestasinya yang sangat luar biasa di bidang olah raga. Ia adalah petenis tunggal putri profesional dunia. Serena adalah mantan petenis tunggal putri nomor 1 (satu) dunia versi Women’s Tennis Association (WTA). Kaka Serena, Venus Williams juga adalah seorang petenis putri dunia. Serena merupakan warga Amerika keturunan Afrika. Serena menjadi begitu terkenal dan mudah dikenal karena tingginya yang semampai (175 Cm).

Serena dan Venus adalah alumnus homeschooling. Dalam wawancaranya mereka menyebut bahwa homeschooling membuatnya nyaman dalam berpendidikan, karena bisa mengatur jadwal sendiri dan tidak terlalu banyak menghadapi konflik sosial ketika belajar. Kesibukan latihan dan berbagai turnamen tidak mengganggu aktifitas belajarnya.

Serena Jameka Williams (lahir di Saginaw, Michigan, Amerika Serikat, 26 September 1981; umur 35 tahun) adalah seorang Afro-Amerika yang menjadi petenis tunggal putri profesional dunia, dan juga mantan petenis tunggal putri No. 1 dunia versi Women’s Tennis Association (WTA). Serena sekarang berkediaman di Palm Beach Gardens, Florida, Amerika Serikat.

Petenis putri Amerika Serikat ini lahir di Saginaw, Michigan, Amerika Serikat dan terjun ke dunia tenis pro sejak September 1995. Ia adalah pemain peringkat 1 dunia saat ini dan adalah petenis tertua yang pernah memegang gelar ini. Hingga 8 Juni 2015, ia telah memegang gelar ini selama 244 minggu.

Serena Williams telah menjuarai 35 gelar Grand Slam yang terdiri atas 20 gelar tunggal, 13 gelar ganda, dan 2 gelar ganda campuran. Ketiga-belas gelar Grand Slam gandanya ia menangi bersama kakaknya, Venus. Pada bulan Agustus 2012, ia memenangi medali emas dari sektor tunggal maupun ganda dari Olimpiade Musim Panas 2012. Dengan demikian, ia telah meraih titel ‘Golden Slam’ di mana ia telah memenangi keempat turnamen Grand Slam dan Olimpiade. Di sektor tunggal, ia adalah petenis kedua yang mencapai raihan ini, setelah Steffi Graf. Ia juga telah memenangi ‘Golden Slam’ di sektor ganda. Dengan demikian, ia adalah satu-satunya petenis, pria ataupun wanita, yang memiliki gelar ‘Golden Slam’ di kedua sektor.

Dengan 67 gelar tunggal WTA, ia adalah petenis dengan gelar juara tunggal terbanyak di antara semua pemain aktif WTA.

Hayo siapa yang berminat untuk ber-homeschooling…. Atau mau kuliah rumah?

Ditunggu ya…..

Yang Harus Anda Tahu tentang Profesi Psikolog, Konselor dan Psikiater

Sekalipun ketiga profesi ini sedang sangat berkembang di masyarakat Indonesia akhir-akhir ini, belum banyak orang yang tahu bagaimana ketiganya berbeda. Sebagian besar masyarakat bahkan menganggap sama antara psikolog, psikiater, dan konselor. Padahal, ketiganya memiliki cara kerja, perspektif, dan pendekatan yang berbeda dalam kerja profesionalnya.

Ketiganya sering dianggap sama karena berhubungan dengan penanganan masalah kejiwaan manusia. Benar, baik psikolog, psikiater, maupun konselor, ketiganya berfokus untuk membantu seseorang dalam mengatasi permasalahan yang dialami dalam hidupnya. Akan tetapi, cara kerja serta pendekatannya dalam mengatasi permasalahan manusia berbeda-beda. Sebelum menjawab kepada siapa seharusnya kita datang ketika mengalami masalah tertentu, mari kita pahami lebih lanjut pendekatan dan cara kerja masing-masing profesi tersebut.

PSIKOLOG – bergelar M.Psi / Psi. (psikolog). Mereka yang disebut psikolog ialah yang telah menempuh program Master dalam bidang tertentu dari psikologi profesi(klinis, pendidikan, industri-organisasi) – kecuali untuk para lulusan psikologi S1 yang lulus masih dengan gelar “dra. / drs.” (karena dalam program S1, mereka sudah mendapat bekal yang setara dengan program S2 masa kini). Selama studinya, para psikolog dibekali dengan berbagai teori tentang manusia, dinamika perkembangan manusia, serta kemampuan untuk menganalisis dan melakukan psikoterapi dalam membantu seseorang menyelesaikan masalahnya. Asumsi dasar yang menjadi landasan kerja psikolog adalah bahwa setiap manusia memiliki kapasitas untuk berpikir dan menentukan apa yang terbaik bagi dirinya, sehingga peran psikolog adalah merefleksikan, memberikan pandangan, membuka wawasan, bahkan dalam beberapa kasus sampai mengarahkan klien untuk dapat menyelesaikan masalahnya. Tidak ada obat-obatan yang dipakai selain kata-kata. Jadi, psikolog memandang manusia sebagai individu dalam konteksnya dengan lingkungan atau masyarakat. Di samping itu, psikolog juga berkompeten untuk melakukan dan menginterpretasikan berbagai macam tes psikologi, seperti tes IQ, tes minat bakat, tes kepribadian untuk membuat profil klinis, serta berbagai macam tes lainnya. Tes tersebut bisa dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memberikan gambaran psikologis tentang klien atau sekedar sebagai referensi untuk pihak ketiga (misal: syarat mengikuti Ujian Nasional, syarat masuk ke sekolah atau perguruan tinggi, syarat mendaftar jadi Caleg, dsb.).

PSIKIATER – bergelar dr. dan Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa). Psikiater adalah seorang dokter yang melanjutkan studi S2 dalam bidang Psikiatri, sehingga mendapat gelar Spesialis dalam bidang Kesehatan Jiwa. Berbeda dengan psikolog, psikiater lebih berfokus pada perubahan-perubahan biologis atau fisiologis yang terjadi dalam diri individu, yang menyebabkan atau disebabkan oleh masalah yang dihadapi individu tersebut. Sebagai contoh, seseorang yang sedang depresi perlu diberikan obat-obatan anti depresan untuk mengimbangi kadar neurotransmiter Serotonin yang menjadi tidak seimbang, sebagai reaksi tubuh akibat kondisi depresi tersebut. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa asumsi dasar yang menjadi landasan kerja seorang psikiater ialah bahwa masalah kejiwaan manusia disebabkan karena atau menyebabkan ketidakseimbangan fungsi-fungsi fisiologis (neurotransmiter, hormon, dsb.). Oleh karenanya, seorang psikiater dapat menggunakan obat-obatan untuk membantu seseorang mengatasi masalah kejiwaannya – walaupun tidak harus selalu menggunakan obat-obatan. Beberapa psikiater juga berkompeten untuk memberikan tes-tes psikologi tertentu, seperti MMPI dan berbagai tes neuropsikologi untuk melihat keberfungsian syaraf serta anomali atau adaptabilitas seseorang dalam masyarakatnya.

KONSELOR – bergelar M.K. / M.A. in counseling / Kons. Gelar konselor bisa diperoleh dari program Pendidikan (S.Pd. / M.Pd. yang melanjutkan spesialisasi dalam bidang Konselor), atau dari program Teologi. Program Konselor di bawah Fakultas Psikologi di Indonesia memang belum ada. Di luar negeri, Konselor atau Counseling Psychology merupakan program yang ada di bawah Program Studi Psikologi. Itulah sebabnya ada beberapa konselor yang bergelar M.A. (Master of Arts). Pendekatan seorang konselor mirip dengan psikologi. Hanya saja, fokus kerja seorang konselor ialah kepada individu yang normal bermasalah. Normal bermasalah berarti mereka yang sebenarnya memiliki masalah dan tantangan dalam hidup, namun tidak sampai menyebabkannya mengalami gangguan jiwa yang serius, seperti: skizofrenia, depresi dengan gejala psikotik, atau gangguan-gangguan ekstrim lainnya. Oleh sebab itu, pendekatan seorang konselor ialah bahwa setiap manusia memiliki kapasitas penuh untuk menentukan hidupnya ke arah yang positif dan konstruktif, sehingga peran konselor ialah untuk menjadi seorang teman, mentor, dan pendengar yang baik bagi individu tersebut. Bedanya dengan psikologi, seorang konselor tidak dibekali kompetensi yang mendalam untuk menangani seseorang dengan gangguan kejiwaan yang serius. Di Indonesia, program konselor seolah-olah disisipkan dalam bidang psikologi, sehingga seorang psikolog juga dapat berperan sebagai seorang konselor ketika menangani manusia yang normal bermasalah. Walau demikian, sebetulnya pasti akan ada perbedaan cara penangangan antara psikolog dan konselor mengingat penekanan dalam proses belajarnya pun berbeda.  Ada beberapa tes psikologi (namun tidak semua tes psikologi) yang juga dapat dilakukan oleh seorang Konselor yang sudah mendapatkan pelatihan di bidang itu.

PSIKOLOG, PSIKIATER, dan KONSELOR sebenarnya sangat perlu bekerja sama dalam menangani klien agar dapat membantu menyelesaikan masalahnya secara utuh dan holistik. Ketika seseorang mengalami gangguan tidur, misalnya, perlu datang ke siapakah? Jawabannya, jika gangguan tidur itu sangat serius sehingga ia menjadi sulit berkonsentrasi dan berbicara, maka terapi obat-obatan sangat diperlukan terlebih dahulu sehingga ia perlu berkonsultasi dengan psikiater. Setelah terapi obat efektif, maka tubuh dan pikirannya sudah siap untuk ‘diajak berbicara dan berpikir’ soal masalah yang dialaminya. Dalam hal ini, ia dapat berkonsultasi baik kepada psikolog maupun konselor. Jadi, secara umum dapat dikatakan bahwa mereka yang mengalami gejala psikologis sangat serius sehingga tidak dapat berkonsentrasi dan berpikir jernih, lebih memerlukan bantuan psikiater untuk mendapatkan obat-obatan sebagai langkah pertamanya. Baru setelahnya, mereka perlu berkonsultasi untuk menyelesaikan dan menghadapi masalahnya dengan seorang konselor (jika gangguannya masih dalam batas normal) atau psikolog (baik jika gangguannya dalam batas normal maupun sudah dalam batas tidak normal). Seorang praktisi yang profesional tentu akan merujuk pasien atau kliennya yang datang ketika dirasa bahwa kebutuhan utamanya ialah kepada seorang psikolog, psikiater, atau konselor. Yang jelas, tidak ada yang lebih hebat atau lebih pintar daripada yang lain; segalanya hanya tergantung pada kompetensi apa yang lebih diperlukan dalam menangani masalah kejiwaan tersebut.

Sumber: Braeshy.uk

Julian Assange, Tokoh peserta Home Schooling yang sukses

julianJulian Paul Assange adalah seorang jurnalis asal Australia yang dikenal sebagai pendiri dan juru bicara WikiLeaks, situs yang mempublikasikan dokumen rahasia pemerintah dan beberapa institusi. Sebagian besar pendidikan pada masa kecilnya dilakukan di rumah. Orang tuanya menjalankan tur teater sehingga mereka hidup berpindah-pindah. Pada usia 14 tahun, Assange diketahui telah berpindah rumah sebanyak 37 kali. Julian selama hidupnya tidak pernah mengalami atau masuk dalam pendidikan sekolah formal. Orang tuanya yang berprofesi sebagai pengusaha teater keliling tidak memungkinkannya untuk mengikuti pendidikan di sekolah formal. Namun, usaha Julian tidak pernah berhenti sampai di sana. Ia terus secara tekun belajar dengan mengikuti sistem pendidikan rumah.

Awal kehidupan

Pada usia 11 hingga 16 tahun, Assange hidup dalam pelarian karena hubungan ibunya dengan seorang musisi dipenuhi kekerasan. Pada usia 18 tahun, dia memiliki seorang anak. Dia berpisah dengan istrinya pada tahun 1991, setelah polisi menyerang dan membawa putra mereka. Hingga tahun 1999, dia melakukan gugatan atas pengaturan hak asuh anaknya. Bersama dengan ibunya, Assange membentuk suatu kelompok aktivis Penyelidikan Orang Tua terhadap Perlindungan Anak. Kegiatan kelompok ini berpusat pada pembuatan bank data yang berisi catatan hukum terkait dengan isu hak asuh anak di Australia.

Pada tahun 1991, ketika Assange berusia 20 tahun, dia dan beberapa teman yang berprofesi sebagai hacker (pengacak komputer) memecahkan dan memasuki jaringan terminal Nortel, perusahaan telekomunikasi Kanada. Akibatnya, dia tertangkap dan dinyatakan bersalah atas 25 dakwaan yang dikenakan padanya Dia harus membayar denda sejumlah ribuan dolar kepada pemerintah Australia, namun dibebaskan dari hukuman penjara.

Assange diketahui pernah belajar di enam universitas. Dari tahun 2003-2006, dia mempelajari fisika dan matematika di Universitas Melbourne. Selain itu, dia juga mempelajari filosofi dan neurosains.[8] Pada tahun 1990-an, Assange bekerja sebagai perancang program perangkat lunak yang mengatur keamanan komputer di Australia dan luar negeri. Pada tahun 1997, dia ikut menciptakan Rubberhose deniable encryption, suatu sistem kriptografi yang dibuat untuk pekerja hak asasi manusia untuk melindungi data sensitif di lapangan dan dia juga menjadi salah satu tokoh kunci dalam gerakan pembebasan perangkat lunak.

Assange dan WikiLeak

Pada tahun 2006, Assange memutuskan untuk mendirikan WikiLeaks Hal ini dilakukannya karena dia yakin bahwa pertukaran informasi akan mengakhiri pemerintahan yang tidak sah. Situs tersebut memiliki server utama di Swedia dan menerbitkan berbagai bahan dari berbagai sumber. Terkadang, dia dan beberapa rekan di WikiLeaks menyusup ke dalam sistem keamanan untuk mencari dokumen dan kemudian mempublikasikannya.[7] WikiLeaks tidak menggaji Assange, namun dia memiliki investasi yang tidak diungkapkannya.Sekarang banyak polisi internasional bekerja sama untuk memburu Assange untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kebocoran informasi rahasia milik negara.[5]

Penghargaan

Pada tahun 2008, Assange memenangkan Economist Censorship Index Award, sebuah penghargaan yang diberikan majalah “Economist” yang dikelola oleh keluarga perbankan Rothschild. Pada tahun 2009, Assange dianugerahi Amnesty International Media Award atas usahanya mengekspos pembunuhan ekstra yudisial di Kenya melalui penyelidikan Tangisan Darah – Pembunuhan dan Penghilangan Ekstra Yudisial (The Cry of Blood – Extra Judicial Killings and Disappearances). Pada April 2010, Assange menerima Sam Adams Annual Award, suatu penghargaan terhadap integritas dalam ilmu pengetahuan.

Sumber: wikipedia, dan berbagai sumber lain

Makin Marak Kuliah Online di Amerika

123456Ide besar dalam pendidikan tinggi di Amerika saat ini adalah dengan makin maraknya kuliah massal yang dilakukan secara online.

Institut Teknologi Massachusetts (MIT) baru-baru ini memulai Massive Open Online Courses (MOOC) atau kuliah online terbuka massal yang perdana. Universitas itu berencana menawarkan berbagai mata kuliah non-kredit gratis melalui proyek yang disebut MITx.

Sejauh ini, kebanyakan mata kuliah yang ditawarkan secara online adalah ilmu komputer, teknologi, mekanika, dan enjinering. Contohnya, mahasiswa di seluruh dunia mengambil mata kuliah gratis yang disebut “Building a Computer Search Engine.” Dua ilmuwan komputer, Sebastian Thrun dan David Evans, menawarkan mata kuliah ini melalui udacity.com.

Evans cuti dari Universitas Virginia, di mana ia menjadi asisten guru besar. Thrun adalah guru besar peneliti pada Universitas Stanford dan sekaligus peneliti yang disponsori Google serta menciptakan mobil dengan kemudi otomatis.

Tidak ada persyaratan yang diberlakukan untuk mengambil mata kuliah itu. Mahasiswa menonton video-video pendek. Kemudian, ujar Evans, mereka ikut tes informal yang tidak diberi nilai setelah menonton video-video itu setiap minggu selama enam minggu.

“Tes-tes merupakan bagian dari mata kuliah itu untuk membuat mahasiswa terus terlibat dan berpikir, sehingga mereka bisa tahu apakah mereka paham dengan apa yang kami ajarkan. Tes-tes itu tidak dinilai dan mahasiswa bisa ikut tes-tes itu sesering yang mereka inginkan,” papar Evans.

Mereka bisa berulang kali menonton video-video itu dan ikut tes-tes kapanpun mereka ingin.

Mahasiswa juga diberi pekerjaan rumah. Mereka ikut dalam kelompok-kelompok online untuk saling bertukar pertanyaan dan jawaban mengenai mata kuliah itu.

Dosen menyediakan waktu untuk menjawab pertanyaan yang dikirim mahasiswa kepada mereka. Mereka juga memberi pertanyaan dan pengamatan terhadap mahasiswa.

Mahasiswa mengikuti ujian akhir untuk mengetahui peringkat mereka. Bagi yang selesai mengambil mata kuliah itu diberi nilai akhir dan diploma.

Thrun memulai Udacity, yang mendukung MOOC gratis. Udacity berharap bisa membuat keuntungan pada masa depan dengan menghubungkan perusahaan-perusahaan dan mahasiswa yang tertarik bekerja di perusahaan ini. Di situs internet Stanford-nya ia mengatakan ingin “mendemokratisasi” pendidikan. Pendidikan, ujarnya, harus gratis, bisa diperoleh semua orang di mana saja dan kapan saja.

Sumber: VOA

Online Learning UT di Kancah Dunia

keynote_speech_tian_belawati_0In our perspective, distance learning is not always open, and open learning is not always distance either. Menurut pandangan kami, pembelajaran jarak jauh tidak selalu terbuka, dan pembelajaran terbuka tidak selalu jarak jauh” seperti yang diutarakan oleh Rektor UT Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D. pada hari kedua Educational Technology World Conference (ETWC) 2016, 1 Agustus 2016. Hal tersebut diungkapakan Rektor UT ketika mengawali sesinya sebagai salah satu dari 5 pembicara kunci di ETWC 2016. Acara yang digelar di The Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali tersebut menyajikan 5 pembicara kunci, diantaranya perwakilan dari Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi, perwakilan dari Menteri Komunikasi dan Informasi, Mike Spector dari University of North Texas, Rob Branch dari University of Georgia, serta Rektor UT sendiri.

Sesuai dengan topik yang diusung pada sesi tersebut ‘Open Online Learning and Instruction’, Rektor UT memaparkan bagaimana pendidikan jarak jauh dan terbuka itu diterapkan dan berbagi pengalaman UT, dalam menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh termasuk melalui online learning atau pembelajaran daring. Menurutnya, perlu ada pelurusan perspektif mengenai online learning dan pendidikan terbuka dan jarak jauh. Ciri utama dari pembelajaran jarak jauh adalah adanya jarak pemisah antara pendidik dan peserta didik. Sedangkan pembelajaran terbuka lebih menekankan pada situasi ideal dimana tidak ada halangan apapun untuk belajar. Jika keduanya disilangkan maka terciptalah pembelajaran terbuka dan jarak jauh.

Era teknologi canggih saat ini berdampak terhadap berkembangnya media belajar untuk pembelajaran terbuka dan jarak jauh. Dari hal tersebut muncullah istilah online learning yang berarti pembelajaran jarak jauh yang didukung dengan integrasi internet. Lebih jauh lagi, dia menuturkan bahwa penggunaan smartphone sebagai salah satu sarana online learning meningkat secara pesat, sehingga penyedia pendidikan jarak jauh harus dapat menyediakan akses pendidikan yang terintregrasi dengan teknologi terkini sebagaimana yang telah dilakukan UT dengan online learning-nya.

Tian Belawati juga menerangkan bagaimana sejarah online learning bermula dari pendidikan terbuka dan jarak jauh di berbagai penjuru dunia yang dilakukan dengan cara konvensional sampai akhirnya saat ini pendidikan hadir di ‘ujung jari’ karena hadirnya teknologi. Hingga saat ini dan masih akan terus berkembang, teknologi akan semakin mempermudah pekerjaan manusia dalam melakukan banyak hal termasuk dalam belajar. Kemudahan-kemudahan tersebut juga harus dapat terintregrasi dengan sistem pendidikan untuk mempermudah siapapun yang ingin meningkatkan keahlian mereka khususnya melalui pendidikan tinggi. Sebagai ahli dan praktisi pendidikan jarak jauh, Tian membagikan pengalaman bagaimana institusi yang dipimpinnya menjalankan pendidikan yang seluruhnya telah terintegrasi dengan teknologi. “Kami sadar bahwa tidak semua orang dapat mengerti dan menjalankan teknologi terkini untuk mengakses pendidikan. Oleh karenanya, kami tetap mempertahankan media konvensional dalam memberikan layanan sejalan dengan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi” pungkasnya.

Konferensi dunia yang diikuti oleh ratusan peserta dari 14 negara ini berlangsung hingga 3 Agustus 2016. UT sendiri mengirimkan lebih dari 50 delegasi untuk berpartisipasi di konferensi teknologi pendidikan ini.

Sumber: ut.ac.id

Kelebihan dan Kekurangan Kuliah Online

        Saat ini pendidikan konvensional berlangsung dengan metode tatap muka. Dimana pengajar akan berbicara dengan siswanya secara dua arah. Bagaimana jika pengajar tidak bertemu secara langsung dengan siswanya? Hal ini yang menjadi format kuliah online dimana pengajar dan siswa tidak perlu ketemu secara langsung tetapi dapat melakukan secara off-line atau pertemuan secara virtual. Beberapa kampus terkenal sepertii Universitas Yale, Harvard, Princeton dan Oxford telah mencoba memulai kuliah online. Sebagai contoh untuk Harvard sendiri sudah memulai membuka kuliah online atau studi jarak jauh yang dapat anda lihat di http://www.extension.harvard.edu/distance-education. Mereka menyelenggarakan kurang lebih 150 kelas online yang bisa diselenggarakan dalam bentuk : video kelas yang dapat dilihat mingguan dan kelas siaran langsung via web-conference. Beberapa kuliah yang dibuka seperti antropologi, ilmu biologi, computer science, ekonomi, bahasa inggris, ilmu sejarah, manajemen sistem informasi, manajemen, statistik, dan lain-lain. Tidak semua kuliah dan juga tidak semua materi dilakukan secara online, tetapi beberapa bagian dari kelas saja. Demikian juga dengan di negara China, banyak universitas sedang ramai mempersiapkan perkuliahan secara online. Dua universitas yang akan menyelanggarakan kuliah online adalah Universitas Peking dan Universitas Tsinghua. Kuliah online diyakini akan bermanfaat untuk warga miskin China yang tinggal di pedesaan. Bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia sendiri, memang bentuk formal dari kuliah online belum terlihat seperti halnya yang sudah dilakukan di luar negeri. Yang ada sampai saat ini adalah fasilitas e-learning untuk mendukung pembelajaran via online tetapi pembelajaran utama masih secara tatap muka masih menjadi yang utama. Pembelajaran jarak jauh atau kuliah online ini memang masih menimbulkan polemik. Masih terdapat beberapa pro dan kontra. Beberapa yang pro tentunya akan mendukung sistem kuliah online karena dapat mengurangi biaya transportasi dan akomodasi. Terutama bagi mereka yang berasal dari daerah yang jauh dan susah untuk memperoleh pendidikan atau bagi mereka yang cukup sibuk. Bagi yang kontra, menyatakan bahwa pelaksanaan dari kuliah online ini masih susah untuk pengendaliannya. Bagaimana memastikan bahwa yang bersangkutan adalah yang sedang belajar atau melakukan ujian dalam hal ini dilihat masih rentan dengan perjokian atau unsur integritas susah ditegakkan. Keefektifan dari tatap muka langsung dirasa masih belum bisa digantikan dengan sistem online. Unsur sosial dan psikologis kurang terbentuk karena mereka hanya satu arah saja dengan melihat video atau tidak bertemu secara langsung. Secara emosional kebersamaan antar pengajar dengan yang diajar atau sesama pelajar dianggap kurang. Ada yang menyatakan bahwa kuliah online ini akan membentuk generasi yang anti sosial seperti halnya yang dianggap sebagai dampak negatif dari social networking. Harapannya dengan instrumentasi yang semakin bagus atau regulasi yang semakin bagus maka ke depan kuliah online ini dapat ditata lebih baik. Sejauh ini banyak yang berpendapat bahwa kuliah online ini sebagai tambahan (supporting) dari sistem konvensional yang ada. Jangan sampai menggantikan (subtitusi) sistem tatap muka secara langsung. Selain sebagai bentuk penyelarasan terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kuliah online dapat dianggap sebagai upaya pemerataan distribusi pendidikan tinggi, yang selama ini memang hanya golongan tertentu saja yang dapat mengaksesnya. Jika kita cermati, hampir setiap orang tentu mencita-citakan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, namun terkendala dengan berbagai hal. Maka, isu pemerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan tinggi ini menjadi penting, karena berhubungan dengan perkembangan mutu kehidupan seseorang. Kuliah online merupakan wujud dari aplikasi teknologi pendidikan yang lahir dari pesatnya perkembangan teknologi. Perkembangan tekonologi tersebut mau tak mau membawa konsekuensi pada perubahan metode dan bentuk pembelajaran. Model kuliah ini digadang-gadang mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya menjadi solusi terhadap mahalnya biaya pendidikan, menjangkau segala usia dan wilayah, menghemat biaya operasional, menekan produksi kertas (prolingkungan), mengurangi dominasi dosen (membentuk kemandirian belajar), melibatkan fasilitas audio-visual yang canggih, dan sebagainya. Sementara kelemahannya, ketergantungan pada koneksi internet dan keterbatasan komunikasi menjadi kendala utama dalam proses belajar. Tak Diakui Meski menjadi model baru pendidikan dan memberi kemudahan bagi masyarakat, tidak semua negara mengakui model kuliah online tersebut, termasuk Indonesia. Sejauh ini, gelar kesarjanaan yang diperoleh dari online university tidak diakui oleh pemerintah. Kuliah online merupakan bentuk lain dari kuliah jarak jauh (distance learning). Sejak tahun 2007, praktik distance learning telah dilarang oleh pemerintah, dan dianggap ilegal. Ini berdasarkan Surat Edaran Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti Nomor. 595/D5.1/2007 tanggal 27 Februari 2007 yang menjelaskan bahwa Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi sejak tahun 1997 telah melarang penyelenggaraan pendidikan model kelas jauh dan menetapkan bahwa ijazah yang dikeluarkan tidak sah. Masih lemahnya regulasi dan pengawasan dikhawatirkan akan menjadi modus bisnis untuk mencetak sarjana secara instan, yang tentu saja mencederai kaidah, norma, hakikat, dan semangat perguruan tinggi. Saat ini pemerintah masih mempunyai kekhawatiran tersendiri, sehingga masih memberlakukan larangan praktik distance learning. Namun, jika melihat karakteristik wilayah Indonesia yang luas, kecilnya angka penduduk yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, tingginya biaya kuliah konvensional, tingginya kebutuhan tenaga kerja terdidik, perkembangan globalisasi yang menuntut kompetensi, dan semakin luasnya perkembangan internet, setidaknya pemerintah perlu menimbang ulang wacana kuliah online. Untuk menjajaki wacana tersebut, pemerintah dapat melakukan studi banding ke kampuskampus yang telah mempunyai reputasi dalam penyelenggaraan pendidikan online, seperti Jones International University (pelopor universitas online pertama yang terakreditasi di Amerika Serikat), California University of Pennsylvania Online (universitas online terbaik versi Online College Ranking 2012), University of the People (universitas online afiliasi PBB), dan lain-lain. Pemerintah dapat mengkaji, regulasi/akreditasi, manajemen, keuangan, pengawasan, model pembelajaran, hingga perangkat lunak (software) perkuliahan. Kekhawatiran terhadap praktik kecurangan ini sebenarnya dapat dilakukan melalui pengaturan regulasi dan pengawasan yang ketat, sedangkan kekhawatiran terhadap ketidakefektifan pola pembelajaran itu perlu dijawab dalam bentuk pilot project di satu atau beberapa kampus di Indonesia. Kita sadar bahwa kuliah online adalah wacana baru di Indonesia. Perubahan paradigma pendidikan dari konvensional tatap muka dalam kelas menjadi belajar mandiri secara online tidaklah mudah. Hal ini masih memerlukan proses pengedukasian masyarakat secara terusmenerus. Namun demikian, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat membuka diri pada praktik pembelajaran berbasis web tersebut. Setidaknya, ini akan menjadi upaya dan terobosan mengatasi ketimpangan pemerataan akses dan distribusi pendidikan tinggi di Indonesia.

A. Kekurangan E-Learning
1) Pembelajar yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
2) Pembelajar dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
3) Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
4) Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
5) Beberapa subjek/mata kuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk e-learning.
6) Pembelajar harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi e-learning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya.
7) Pembelajar yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal.
8) Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-learning.
9) Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
10) Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
11) Bagi siswa yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
12) Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
13) Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri sehingga memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar.
14) Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
15) Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
16) Proses belajar mengajar cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.

B. Kelebihan E-Learning
1) Pembelajar dapat belajar kapan dan dimana saja mereka punya akses internet.
2) Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
3) Pembelajar dapat memilih materi pembelajaran sesuai dengan level pengetahuannya.
4) Fleksibilitas untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas dan pengajar secara remote melalui ruang chatting.
5) Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam aktivitas.
6) Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain pembelajar.
7) Keberhasilan menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar mandiri dan kepercayaan diri pembelajar serta mendorong pembelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.
8) Mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
9) Mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
10) Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
11) Kehadiran guru tidak mutlak diperlukan.
12) Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
13) Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.

C. Karakteristik E-Learning
1) Memanfaatkan jasa teknologi informasi dan komunikasi berupa internet sehingga penyampaian pesan dan komunikasi guru dan siswa secara mudah dan cepat.
2) Memanfaatkan media komputer seperti jaringan komputer (computer networks atau digital media).
3) Menggunakan pendekatan pembelajaran mandiri. Dengan menggunakan e-learning, pembelajar dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap pembelajar karena pembelajaran tidak dilakukan secara langsung.
4) Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer.
5) Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga mengetahui hasil kemajuan belajar, administrasi pendidikan, serta untuk mengetahui informasi yang banyak dari berbagai sumber informasi.
6) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di computer.

D. Manfaat E-Learning
1) E-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran dilakukan dari mana saja.
2) E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajarnya.
3) Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja
4) Mengurangi biaya perjalanan
5) Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas
6) Adanya peningkatan interaksi mahasiswa dengan sesamanya dan dengan dosen
7) Terbentuknya komunitas pembelajar yang saling berinteraksi, saling memberi dan menerima serta tidak terbatas dalam satu lokasi
8) Meningkatkan kualitas dosen karena dimungkinkan menggali informasi secara lebih luas dan bahkan tidak terbatas
9) E-learning yang dikembangkan secara benar akan efektif dalam meningkatkan kualitas lulusan dan kualitas perguruan tinggi.
10) Guru atau dosen akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya
11) Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
12) Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
13) Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
Sumber: http://tentangperkuliahanonline.blogspot.co.id/

HARVARD UNIVERSITY MEMBUKA KELAS GRATIS UNTUK MAHASISWA INTERNASIONAL

Universitas Rumah Indonesia senantiasa berusaha untuk memberikan informasi sebanyak mungkin untuk para pelajar Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri. Saat ini, kompetisi untuk mendapatkan beasiswa memang ketat, terutama di universitas bergengsi di luar negeri. Namun tahukah kamu bahwa ada satu cara untuk mengikuti mata kuliah di Harvard University secara gratis?

 

Dengan mengambil mata kuliah gratis di universitas-universitas terbaik di dunia, seperti Harvard dan Stanford, kamu akan mendapatkan peluang lebih besar untuk mendapatkan beasiswa di Amerika, Inggris dan Australia, serta pekerjaan yang bagus setelah lulus nanti. Namun kelas-kelas tersebut harus diambil secara online, atau mereka menamakannya Harvard Online Learning.

Banyak sekali kelas-kelas (mata kuliah) yang bisa kamu ambil secara gratis dan bersertifikat. Beberapa diantaranya yang popular dikalangan mahasiswa internasional adalah sebagai berikut:

 

S50: Introduction to Computer Science

Biaya kuliah Gratis
Sertifikat tersedia Iya (sertifikat terbuka)
Jurusan  Ilmu Komputer
Departemen    Departemen Ilmu Komputer

Jurusan ilmu computer adalah jurusan yang sangat popular di dunia. Kamu tidak memerlukan pengalaman untuk mengikuti kelasnya. Dan sangat cocok untuk kamu yang tertarik di bidang programming.

Dunia teknologi sangat dinamis dan terus berkembang, sehingga jurusan ilmu komputer akan terus relevan dimasa depan, khususnya untuk mahasiswa internasional yang ingin mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Info lebih lanjut di sini.

Advanced Statistics for the Life Sciences

Biaya kuliah Gratis
Sertifikat tersedia Iya
Jurusan  Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
Departemen Harvard T.H. Chan School of Public Health

Untuk mahasiswa yang tertarik kuliah di bidang sains (ilmu pengetahuan) dan bisnis, jurusan ini akan sangat membantu sekali. Mata kuliah ini mencakup beberapa topik, seperti misalnya, multiple test correction, factor analysis, prediction method, clustering, dll.

Info lebih lanjut di sini.

 

CopyrightX

Biaya kuliah      Gratis
Sertifikat tersedia Iya
Jurusan   Pemerintahan, Hukum & Politik
Departemen Harvard Law School

CopyrightX adalah kursus 12 minggu, yang ditawarkan dari Januari sampai Mei setiap tahunnya, di bawah Harvard Law School, the HarvardX distance-learning initiative, dan the Berkman Center for Internet and Society. Pendaftarannya gratis untuk mata kuliah online, dan terbuka untuk semua pelajar di atas 13 tahun. Akan tetapi, karena banyaknya permintaan dengan kapasitas terbatas, kamu harus segera mendaftar. Siapa cepat dia dapat.

Info lebih lanjut di sini.

 

Principles of Biochemistry

Biaya kuliah  Gratis
Sertifikat tersedia Iya
Jurusan  Ilmu pengetahuan dan Teknik
Departemen   Fakultas Sains

Pengantar Biokimia mempelajari Molekul Kehidupan, mulai dari blok sederhana sampai metabolisme kompleks. Kelas ini sangat penting untuk mahasiswa yang ingin mendaftar S2 di bidang sains, atau program PhD Biologi dan jurusan terkait di luar negeri.

Info lebih lanjut di sini.

 

Justice

Biaya kuliah  Gratis
Sertifikat tersedia Iya, Sertifikat terbuka
Jurusan Pemerintahan, Hukum & Politik
Departemen  Departemen Pemerintahan

Justice (Peradilan) adalah kelas pengantar mata kuliah Mora dan Filosofi Politik, yang meliputi diskusi tentang dilema kontemporer dan kontroversi.

Kelas ini sangat membantu bila kamu ingin mendaftar kuliah di luar negeri di jurusan yang terkait dengan Hukum dan Politik. Mata kuliah ini meminta mahasiswa untuk memberikan opini pribadi mereka tentang kontroversi dengan pemikiran kritis. Selain itu, sertifikat dari jurusan ini sangat membantu mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa bergengsi ke luar negeri.

Info lebih lanjut di sini.

 

Mata kuliah di atas adalah beberapa dari kelas yang ditawarkan oleh Harvard University untuk mahasiswa internasional secara gratis. Jika kalian tertarik ingin mengikuti kelas-kelas lainnya, silahkan masuk ke situs resmi mereka di sini.

 

Berikut ini adalah E-book gratis dari Hotcourses yang akan memberikan semua informasi penting yang perlu kamu ketahui (misalnya: budaya, pendaftaran universitas, visa pelajar, dan lain-lain). Kamu dapat mengunduh langsung dengan meng-klik setiap gambar di bawah ini:

Daftar Peringkat Popularitas Website Perguruan Tinggi se-Indonesia

Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di urautan pertama dan kedua untuk kepopuleran di dunia maya versi webometrics. Peringkat ini bukan menunjukkan peringkat kualitas atau mutu layanan tetapi lebih mengarah eksistensi/tingkat popularitas halaman universitas di dunia maya (internet).

Ada pun empat komponen yang menjadi indikator dari penilaian Webometrics yaitu size dengan kuota persentase 20 persen, visibility dengan bobot 50 persen, rich files sebanyak 15 persen, dan scholar dengan kuota nilai 15 persen.

Definis size merupakan jumlah halaman website yang tertangkap oleh search engines seperti Google, yahoo, bing dan search engine yang lain.
Visibilitas  merupakan jumlah eksternal link yang unik (backlink) yang diterima oleh domain web universitas yang discan oleh search engine (mesin pencari). Indikator ini mencerminkan seberapa banyak pihak lain mereferensikan link ke situs tersebut.
Rich files yang merupakan jumlah file dokumen seperti Adobe Acrobat (pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc), dan Mirosoft Powerpoint (.ppt), dan tidak termasuk jenis file xls, latex atau text yang berada dalam situs website tersebut.
Scholar yang merupakann jumlah paper dan jumlah sitasi (kutipan) yang tertangkap di Google Scholar untuk setiap dokumen website universitas.

Berikut ini adalah 50 besar website perguruan tinggi terpopuler versi Webmetrics per tanggal 3 Agustus 2011 :

No Universitas World Rank
1 University of Indonesia 562
2 Institute of Technology Bandung 632
3 Universitas Gadjah Mada 817
4 Gunadarma University 845
5 Bogor Agricultural University 1180
6 Universitas Negeri Malang 1218
7 Petra Christian University 1260
8 Universitas Muhammadiyah Malang 1264
9 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1274
10 Diponegoro University 1294
11 Andalas University 1348
12 Universitas Sebelas Maret 1361
13 Airlangga University 1388
14 Universitas Sriwijaya 1473
15 Brawijaya University 1477
16 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 1540
17 Universitas Islam Indonesia 1580
18 Universitas Muhammadiyah Surakarta 1604
19 Universitas Sumatera Utara 1671
20 Universitas Mercu Buana 1760
21 Indonesia University of Education 1850
22 Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya 1912
23 Universitas Padjadjaran 1950
24 Yogyakarta State University 2043
25 Universitas Lampung 2083
26 Informatics and Computer College Stmik Amikom 2162
27 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2226
28 Universitas Negeri Semarang 2373
29 Universitas Tarumanagara * 2553
30 Bina Nusantara University 2600
31 Universitas Hasanuddin University 2632
32 Universitas Udayana 2723
33 Unikom 3051
34 Ahmad Dahlan University 3068
35 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 3403
36 Atma Jaya Yogyakarta University 3468
37 Universitas Riau Beranda 3471
38 Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel 3556
39 Duta Wacana Christian University 3770
40 Universitas Terbuka 3912
41 Universitas Katolik Parahyangan 4127
42 Institut Sains & Teknologi Akprind 4182
43 ISI Denpasar 4201
44 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta 4342
45 Universitas Trisakti 4651
46 Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom) 4871
47 Universitas Jenderal Soedirman 4939
48 Universitas Negeri Surabaya 4965
49 Universitas Sanata Dharma 5075
50 Universitas Negeri Gorontalo 5081

Sumber  : http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id

Kuliah Online sebagai alternatif atau terobosan baru

Saat ini pendidikan konvensional berlangsung dengan metode tatap muka. Dimana pengajar akan berbicara dengan siswanya secara dua arah. Bagaimana jika pengajar tidak bertemu secara langsung dengan siswanya? Hal ini yang menjadi format kuliah online dimana pengajar dan siswa tidak perlu ketemu secara langsung tetapi dapat melakukan secara off-line atau pertemuan secara virtual.

Beberapa kampus terkenal sepertii Universitas Yale, Harvard, Princeton dan Oxford telah mencoba memulai kuliah online. Sebagai contoh untuk Harvard sendiri sudah memulai membuka kuliah online atau studi jarak jauh yang dapat anda lihat di http://www.extension.harvard.edu/distance-education.

Mereka menyelenggarakan kurang lebih 150 kelas online yang bisa diselenggarakan dalam bentuk : video kelas yang dapat dilihat mingguan dan kelas siaran langsung via web-conference. Beberapa kuliah yang dibuka seperti antropologi, ilmu biologi, computer science, ekonomi, bahasa inggris, ilmu sejarah, manajemen sistem informasi, manajemen, statistik, dan lain-lain. Tidak semua kuliah dan juga tidak semua materi dilakukan secara online, tetapi beberapa bagian dari kelas saja.

Demikian juga dengan di negara China, banyak universitas sedang ramai mempersiapkan perkuliahan secara online. Dua universitas yang akan menyelanggarakan kuliah online adalah Universitas Peking dan Universitas Tsinghua. Kuliah online diyakini akan bermanfaat untuk warga miskin China yang tinggal di pedesaan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia sendiri, memang bentuk formal dari kuliah online belum terlihat seperti halnya yang sudah dilakukan di luar negeri. Yang ada sampai saat ini adalah fasilitas e-learning untuk mendukung pembelajaran via online tetapi pembelajaran utama masih secara tatap muka masih menjadi yang utama.

Pembelajaran jarak jauh atau kuliah online ini memang masih menimbulkan polemik. Masih terdapat beberapa pro dan kontra. Beberapa yang pro tentunya akan mendukung sistem kuliah online karena dapat mengurangi biaya transportasi dan akomodasi. Terutama bagi mereka  yang berasal dari daerah yang jauh dan susah untuk memperoleh pendidikan atau bagi mereka yang cukup sibuk. Bagi yang kontra, menyatakan bahwa pelaksanaan dari kuliah online ini masih susah untuk pengendaliannya. Bagaimana memastikan bahwa yang bersangkutan adalah yang sedang belajar atau melakukan ujian dalam hal ini dilihat masih rentan dengan perjokian atau unsur integritas susah ditegakkan. Keefektifan dari tatap muka langsung dirasa masih belum bisa digantikan dengan sistem online. Unsur sosial dan psikologis kurang terbentuk karena mereka hanya satu arah saja dengan melihat video atau tidak bertemu secara langsung. Secara emosional kebersamaan antar pengajar dengan yang diajar atau sesama pelajar dianggap kurang. Ada yang menyatakan bahwa kuliah online ini akan membentuk generasi yang anti sosial seperti halnya yang dianggap sebagai dampak negatif dari social networking.

Harapannya dengan instrumentasi yang semakin bagus atau regulasi yang semakin bagus maka ke depan kuliah online ini dapat ditata lebih baik. Sejauh ini banyak yang berpendapat bahwa kuliah online ini sebagai tambahan (supporting) dari sistem konvensional yang ada. Jangan sampai menggantikan (subtitusi) sistem tatap muka secara langsung.

Sistem Pendidikan Jarak Jauh

Sistem pendidikan jarak jauh pada awalnya berbentuk pendidikan koresponden yang mulai dikenal sekitar tahun 1720- an sebagai suatu bentuk pendidikan orang dewasa.  Proses pembelajarannya menggunakan bahan cetak yang dikenal dengan self-instruksional texts dan dikombinasikan dengan komunikasi tertulis antara pengajar dan siswa.  Dalam perkembangannya istilah pendidikan koresponden dianggap terlalu sempit.  Kemudian muncul istilah independent study (belajar mandiri), home study (belajar di rumah) dan external study (belajar di luar sekolah).  Baru pada tahun 1970-an, bersamaan  dengan berdirinya Open University di Inggris, istilah pendidikan jarak jauh menjadi populer dan penggunaannya mencakup pendidikan korespondensi, independent study, home study dan external study.

Selama empat dasa warsa terakhir, istilah pendidikan jarak jauh yang berasal dari bahasa Inggris distance education, digunakan untuk menjelaskan beragam pendekatan proses belajar mengajar seperti, home study, correspondent education,  tele-education, open learning, dan external studies.   Sistem pendidikan jarak jauh mempunyai dua komponen yaitu sistem belajar jarak jauh (distance learning) dan sistem pembelajaran jarak jauh (teaching learning) (Keegan, 1990).  Sistem belajar jarak jauh memberikan penekanan kepada siswa dan proses belajar (learner centered), sedangkan sistem pembelajaran jarak jauh lebih berfokus pada proses belajar, organisasi pengajaran, serta pengajarnya (teacher and system centered).  Sementara itu,  sistem pendidikan jarak jauh berfokus pada kedua sisi secara utuh, baik kepada siswa dan proses belajarnya maupun pada proses pengajaran, sistem organisasi, dan pengajarnya.

belajar pendidikan

Tahun 1980 Keegan memberikan definisi sistem pendidikan jarak jauh berdasarkan analisisnya terhadap beragam definisi dan tradisi praksis.  Menurut Keegan. System pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Terpisahnya siswa dan pengajar yang membedakan pendidikan jarak jauh dengan pengajaran tatap muka.
  2. Ada pengaruh dari suatu organisasi pendidikan yang membedakannya dengan belajar sendiri  di rumah (home study).
  3. Penggunaan beragam media—cetak, audio, video, computer, atau multi media—untuk mempersatukan antara siswa dan pengajar dalam suatu interaksi pembelajaran.
  4. Penyediaan komunikasi dua arah sehingga siswa dapat mengambil manfaat darinya dan bahkan mengambil inisiatif untuk dialog.
  5. Kemungkinan pertemuan sekali-sekali untuk keperluan pembelajaran dan sosialisasi (pembelajaran diarahkan kepada individu, bukan kepada kelompok).
  6. Proses pembelajaran yang memilik bentuk hamper sama dengan proses industri.

Batasan tersebut, meskipun masih terasa terlalu luas, pada masanya telah dapat membantu menjelaskan suatu sistem pendidikan yang berbeda (dari sistem pendidikan lainnya dan konvensional) dan kompleks.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan jarak jauh didasarkan pada keterpisahan antara siswa dan pengajar dalam ruang dan waktu, pemanfaatan (paket) bahan ajar yang dirancang dan diproduksi secara sistematis, adanya komunikasi tidak terus-menerus  (non-contiguous) antara siswa dengan siswa, tutor, dan organisasi pendidikan melalui beragam media serta adanya penyeliaan dan pemantauan  yang intensif dari organisasi pendidikan.  Implisist dalam pengertian tersebut adalah kemandirian siswa dalam mengelola proses belajarnya melalui pemanfaatan beragam layanan, baik yang disediakan oleh organisasi pendidikan maupun yang tersedia di lingkungan sekitarnya, serta adanya proses perencanaan yang dilakukan secara sistematis oleh suatu organisasi pendidikan.  Dari beragam definisi dan gambaran tentang sistem pendidikan jarak jauh, terlihat bahwa sistem pendidikan jarak jauh sangat potensial tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan belajar mandiri (individual and independent learning), namun juga untuk upaya pemerataan pendidikan dalam bentuk pendidikan massal (mass education), terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia yang sangat memerlukan percepatan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk pembangunan.

Bahan diambil dari:

Pannen, P. (2002). Pengertian sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. Dalam Belawati, T (Ed.). Pendidikan terbuka dan jarak jauh: Didedikasikan kepada Dr. Setijadi, M.A. 11-29.