Kuliah Online sebagai alternatif atau terobosan baru

Saat ini pendidikan konvensional berlangsung dengan metode tatap muka. Dimana pengajar akan berbicara dengan siswanya secara dua arah. Bagaimana jika pengajar tidak bertemu secara langsung dengan siswanya? Hal ini yang menjadi format kuliah online dimana pengajar dan siswa tidak perlu ketemu secara langsung tetapi dapat melakukan secara off-line atau pertemuan secara virtual.

Beberapa kampus terkenal sepertii Universitas Yale, Harvard, Princeton dan Oxford telah mencoba memulai kuliah online. Sebagai contoh untuk Harvard sendiri sudah memulai membuka kuliah online atau studi jarak jauh yang dapat anda lihat di http://www.extension.harvard.edu/distance-education.

Mereka menyelenggarakan kurang lebih 150 kelas online yang bisa diselenggarakan dalam bentuk : video kelas yang dapat dilihat mingguan dan kelas siaran langsung via web-conference. Beberapa kuliah yang dibuka seperti antropologi, ilmu biologi, computer science, ekonomi, bahasa inggris, ilmu sejarah, manajemen sistem informasi, manajemen, statistik, dan lain-lain. Tidak semua kuliah dan juga tidak semua materi dilakukan secara online, tetapi beberapa bagian dari kelas saja.

Demikian juga dengan di negara China, banyak universitas sedang ramai mempersiapkan perkuliahan secara online. Dua universitas yang akan menyelanggarakan kuliah online adalah Universitas Peking dan Universitas Tsinghua. Kuliah online diyakini akan bermanfaat untuk warga miskin China yang tinggal di pedesaan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia sendiri, memang bentuk formal dari kuliah online belum terlihat seperti halnya yang sudah dilakukan di luar negeri. Yang ada sampai saat ini adalah fasilitas e-learning untuk mendukung pembelajaran via online tetapi pembelajaran utama masih secara tatap muka masih menjadi yang utama.

Pembelajaran jarak jauh atau kuliah online ini memang masih menimbulkan polemik. Masih terdapat beberapa pro dan kontra. Beberapa yang pro tentunya akan mendukung sistem kuliah online karena dapat mengurangi biaya transportasi dan akomodasi. Terutama bagi mereka  yang berasal dari daerah yang jauh dan susah untuk memperoleh pendidikan atau bagi mereka yang cukup sibuk. Bagi yang kontra, menyatakan bahwa pelaksanaan dari kuliah online ini masih susah untuk pengendaliannya. Bagaimana memastikan bahwa yang bersangkutan adalah yang sedang belajar atau melakukan ujian dalam hal ini dilihat masih rentan dengan perjokian atau unsur integritas susah ditegakkan. Keefektifan dari tatap muka langsung dirasa masih belum bisa digantikan dengan sistem online. Unsur sosial dan psikologis kurang terbentuk karena mereka hanya satu arah saja dengan melihat video atau tidak bertemu secara langsung. Secara emosional kebersamaan antar pengajar dengan yang diajar atau sesama pelajar dianggap kurang. Ada yang menyatakan bahwa kuliah online ini akan membentuk generasi yang anti sosial seperti halnya yang dianggap sebagai dampak negatif dari social networking.

Harapannya dengan instrumentasi yang semakin bagus atau regulasi yang semakin bagus maka ke depan kuliah online ini dapat ditata lebih baik. Sejauh ini banyak yang berpendapat bahwa kuliah online ini sebagai tambahan (supporting) dari sistem konvensional yang ada. Jangan sampai menggantikan (subtitusi) sistem tatap muka secara langsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s