Kelebihan dan Kekurangan Kuliah Online

        Saat ini pendidikan konvensional berlangsung dengan metode tatap muka. Dimana pengajar akan berbicara dengan siswanya secara dua arah. Bagaimana jika pengajar tidak bertemu secara langsung dengan siswanya? Hal ini yang menjadi format kuliah online dimana pengajar dan siswa tidak perlu ketemu secara langsung tetapi dapat melakukan secara off-line atau pertemuan secara virtual. Beberapa kampus terkenal sepertii Universitas Yale, Harvard, Princeton dan Oxford telah mencoba memulai kuliah online. Sebagai contoh untuk Harvard sendiri sudah memulai membuka kuliah online atau studi jarak jauh yang dapat anda lihat di http://www.extension.harvard.edu/distance-education. Mereka menyelenggarakan kurang lebih 150 kelas online yang bisa diselenggarakan dalam bentuk : video kelas yang dapat dilihat mingguan dan kelas siaran langsung via web-conference. Beberapa kuliah yang dibuka seperti antropologi, ilmu biologi, computer science, ekonomi, bahasa inggris, ilmu sejarah, manajemen sistem informasi, manajemen, statistik, dan lain-lain. Tidak semua kuliah dan juga tidak semua materi dilakukan secara online, tetapi beberapa bagian dari kelas saja. Demikian juga dengan di negara China, banyak universitas sedang ramai mempersiapkan perkuliahan secara online. Dua universitas yang akan menyelanggarakan kuliah online adalah Universitas Peking dan Universitas Tsinghua. Kuliah online diyakini akan bermanfaat untuk warga miskin China yang tinggal di pedesaan. Bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia sendiri, memang bentuk formal dari kuliah online belum terlihat seperti halnya yang sudah dilakukan di luar negeri. Yang ada sampai saat ini adalah fasilitas e-learning untuk mendukung pembelajaran via online tetapi pembelajaran utama masih secara tatap muka masih menjadi yang utama. Pembelajaran jarak jauh atau kuliah online ini memang masih menimbulkan polemik. Masih terdapat beberapa pro dan kontra. Beberapa yang pro tentunya akan mendukung sistem kuliah online karena dapat mengurangi biaya transportasi dan akomodasi. Terutama bagi mereka yang berasal dari daerah yang jauh dan susah untuk memperoleh pendidikan atau bagi mereka yang cukup sibuk. Bagi yang kontra, menyatakan bahwa pelaksanaan dari kuliah online ini masih susah untuk pengendaliannya. Bagaimana memastikan bahwa yang bersangkutan adalah yang sedang belajar atau melakukan ujian dalam hal ini dilihat masih rentan dengan perjokian atau unsur integritas susah ditegakkan. Keefektifan dari tatap muka langsung dirasa masih belum bisa digantikan dengan sistem online. Unsur sosial dan psikologis kurang terbentuk karena mereka hanya satu arah saja dengan melihat video atau tidak bertemu secara langsung. Secara emosional kebersamaan antar pengajar dengan yang diajar atau sesama pelajar dianggap kurang. Ada yang menyatakan bahwa kuliah online ini akan membentuk generasi yang anti sosial seperti halnya yang dianggap sebagai dampak negatif dari social networking. Harapannya dengan instrumentasi yang semakin bagus atau regulasi yang semakin bagus maka ke depan kuliah online ini dapat ditata lebih baik. Sejauh ini banyak yang berpendapat bahwa kuliah online ini sebagai tambahan (supporting) dari sistem konvensional yang ada. Jangan sampai menggantikan (subtitusi) sistem tatap muka secara langsung. Selain sebagai bentuk penyelarasan terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kuliah online dapat dianggap sebagai upaya pemerataan distribusi pendidikan tinggi, yang selama ini memang hanya golongan tertentu saja yang dapat mengaksesnya. Jika kita cermati, hampir setiap orang tentu mencita-citakan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, namun terkendala dengan berbagai hal. Maka, isu pemerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan tinggi ini menjadi penting, karena berhubungan dengan perkembangan mutu kehidupan seseorang. Kuliah online merupakan wujud dari aplikasi teknologi pendidikan yang lahir dari pesatnya perkembangan teknologi. Perkembangan tekonologi tersebut mau tak mau membawa konsekuensi pada perubahan metode dan bentuk pembelajaran. Model kuliah ini digadang-gadang mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya menjadi solusi terhadap mahalnya biaya pendidikan, menjangkau segala usia dan wilayah, menghemat biaya operasional, menekan produksi kertas (prolingkungan), mengurangi dominasi dosen (membentuk kemandirian belajar), melibatkan fasilitas audio-visual yang canggih, dan sebagainya. Sementara kelemahannya, ketergantungan pada koneksi internet dan keterbatasan komunikasi menjadi kendala utama dalam proses belajar. Tak Diakui Meski menjadi model baru pendidikan dan memberi kemudahan bagi masyarakat, tidak semua negara mengakui model kuliah online tersebut, termasuk Indonesia. Sejauh ini, gelar kesarjanaan yang diperoleh dari online university tidak diakui oleh pemerintah. Kuliah online merupakan bentuk lain dari kuliah jarak jauh (distance learning). Sejak tahun 2007, praktik distance learning telah dilarang oleh pemerintah, dan dianggap ilegal. Ini berdasarkan Surat Edaran Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti Nomor. 595/D5.1/2007 tanggal 27 Februari 2007 yang menjelaskan bahwa Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi sejak tahun 1997 telah melarang penyelenggaraan pendidikan model kelas jauh dan menetapkan bahwa ijazah yang dikeluarkan tidak sah. Masih lemahnya regulasi dan pengawasan dikhawatirkan akan menjadi modus bisnis untuk mencetak sarjana secara instan, yang tentu saja mencederai kaidah, norma, hakikat, dan semangat perguruan tinggi. Saat ini pemerintah masih mempunyai kekhawatiran tersendiri, sehingga masih memberlakukan larangan praktik distance learning. Namun, jika melihat karakteristik wilayah Indonesia yang luas, kecilnya angka penduduk yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, tingginya biaya kuliah konvensional, tingginya kebutuhan tenaga kerja terdidik, perkembangan globalisasi yang menuntut kompetensi, dan semakin luasnya perkembangan internet, setidaknya pemerintah perlu menimbang ulang wacana kuliah online. Untuk menjajaki wacana tersebut, pemerintah dapat melakukan studi banding ke kampuskampus yang telah mempunyai reputasi dalam penyelenggaraan pendidikan online, seperti Jones International University (pelopor universitas online pertama yang terakreditasi di Amerika Serikat), California University of Pennsylvania Online (universitas online terbaik versi Online College Ranking 2012), University of the People (universitas online afiliasi PBB), dan lain-lain. Pemerintah dapat mengkaji, regulasi/akreditasi, manajemen, keuangan, pengawasan, model pembelajaran, hingga perangkat lunak (software) perkuliahan. Kekhawatiran terhadap praktik kecurangan ini sebenarnya dapat dilakukan melalui pengaturan regulasi dan pengawasan yang ketat, sedangkan kekhawatiran terhadap ketidakefektifan pola pembelajaran itu perlu dijawab dalam bentuk pilot project di satu atau beberapa kampus di Indonesia. Kita sadar bahwa kuliah online adalah wacana baru di Indonesia. Perubahan paradigma pendidikan dari konvensional tatap muka dalam kelas menjadi belajar mandiri secara online tidaklah mudah. Hal ini masih memerlukan proses pengedukasian masyarakat secara terusmenerus. Namun demikian, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat membuka diri pada praktik pembelajaran berbasis web tersebut. Setidaknya, ini akan menjadi upaya dan terobosan mengatasi ketimpangan pemerataan akses dan distribusi pendidikan tinggi di Indonesia.

A. Kekurangan E-Learning
1) Pembelajar yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
2) Pembelajar dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
3) Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
4) Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
5) Beberapa subjek/mata kuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk e-learning.
6) Pembelajar harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi e-learning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya.
7) Pembelajar yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal.
8) Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-learning.
9) Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
10) Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
11) Bagi siswa yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
12) Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
13) Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri sehingga memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar.
14) Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
15) Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
16) Proses belajar mengajar cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.

B. Kelebihan E-Learning
1) Pembelajar dapat belajar kapan dan dimana saja mereka punya akses internet.
2) Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
3) Pembelajar dapat memilih materi pembelajaran sesuai dengan level pengetahuannya.
4) Fleksibilitas untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas dan pengajar secara remote melalui ruang chatting.
5) Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam aktivitas.
6) Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain pembelajar.
7) Keberhasilan menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar mandiri dan kepercayaan diri pembelajar serta mendorong pembelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.
8) Mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
9) Mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
10) Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
11) Kehadiran guru tidak mutlak diperlukan.
12) Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
13) Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.

C. Karakteristik E-Learning
1) Memanfaatkan jasa teknologi informasi dan komunikasi berupa internet sehingga penyampaian pesan dan komunikasi guru dan siswa secara mudah dan cepat.
2) Memanfaatkan media komputer seperti jaringan komputer (computer networks atau digital media).
3) Menggunakan pendekatan pembelajaran mandiri. Dengan menggunakan e-learning, pembelajar dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap pembelajar karena pembelajaran tidak dilakukan secara langsung.
4) Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer.
5) Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga mengetahui hasil kemajuan belajar, administrasi pendidikan, serta untuk mengetahui informasi yang banyak dari berbagai sumber informasi.
6) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di computer.

D. Manfaat E-Learning
1) E-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran dilakukan dari mana saja.
2) E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajarnya.
3) Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja
4) Mengurangi biaya perjalanan
5) Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas
6) Adanya peningkatan interaksi mahasiswa dengan sesamanya dan dengan dosen
7) Terbentuknya komunitas pembelajar yang saling berinteraksi, saling memberi dan menerima serta tidak terbatas dalam satu lokasi
8) Meningkatkan kualitas dosen karena dimungkinkan menggali informasi secara lebih luas dan bahkan tidak terbatas
9) E-learning yang dikembangkan secara benar akan efektif dalam meningkatkan kualitas lulusan dan kualitas perguruan tinggi.
10) Guru atau dosen akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya
11) Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
12) Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
13) Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
Sumber: http://tentangperkuliahanonline.blogspot.co.id/

HARVARD UNIVERSITY MEMBUKA KELAS GRATIS UNTUK MAHASISWA INTERNASIONAL

Universitas Rumah Indonesia senantiasa berusaha untuk memberikan informasi sebanyak mungkin untuk para pelajar Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri. Saat ini, kompetisi untuk mendapatkan beasiswa memang ketat, terutama di universitas bergengsi di luar negeri. Namun tahukah kamu bahwa ada satu cara untuk mengikuti mata kuliah di Harvard University secara gratis?

 

Dengan mengambil mata kuliah gratis di universitas-universitas terbaik di dunia, seperti Harvard dan Stanford, kamu akan mendapatkan peluang lebih besar untuk mendapatkan beasiswa di Amerika, Inggris dan Australia, serta pekerjaan yang bagus setelah lulus nanti. Namun kelas-kelas tersebut harus diambil secara online, atau mereka menamakannya Harvard Online Learning.

Banyak sekali kelas-kelas (mata kuliah) yang bisa kamu ambil secara gratis dan bersertifikat. Beberapa diantaranya yang popular dikalangan mahasiswa internasional adalah sebagai berikut:

 

S50: Introduction to Computer Science

Biaya kuliah Gratis
Sertifikat tersedia Iya (sertifikat terbuka)
Jurusan  Ilmu Komputer
Departemen    Departemen Ilmu Komputer

Jurusan ilmu computer adalah jurusan yang sangat popular di dunia. Kamu tidak memerlukan pengalaman untuk mengikuti kelasnya. Dan sangat cocok untuk kamu yang tertarik di bidang programming.

Dunia teknologi sangat dinamis dan terus berkembang, sehingga jurusan ilmu komputer akan terus relevan dimasa depan, khususnya untuk mahasiswa internasional yang ingin mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Info lebih lanjut di sini.

Advanced Statistics for the Life Sciences

Biaya kuliah Gratis
Sertifikat tersedia Iya
Jurusan  Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
Departemen Harvard T.H. Chan School of Public Health

Untuk mahasiswa yang tertarik kuliah di bidang sains (ilmu pengetahuan) dan bisnis, jurusan ini akan sangat membantu sekali. Mata kuliah ini mencakup beberapa topik, seperti misalnya, multiple test correction, factor analysis, prediction method, clustering, dll.

Info lebih lanjut di sini.

 

CopyrightX

Biaya kuliah      Gratis
Sertifikat tersedia Iya
Jurusan   Pemerintahan, Hukum & Politik
Departemen Harvard Law School

CopyrightX adalah kursus 12 minggu, yang ditawarkan dari Januari sampai Mei setiap tahunnya, di bawah Harvard Law School, the HarvardX distance-learning initiative, dan the Berkman Center for Internet and Society. Pendaftarannya gratis untuk mata kuliah online, dan terbuka untuk semua pelajar di atas 13 tahun. Akan tetapi, karena banyaknya permintaan dengan kapasitas terbatas, kamu harus segera mendaftar. Siapa cepat dia dapat.

Info lebih lanjut di sini.

 

Principles of Biochemistry

Biaya kuliah  Gratis
Sertifikat tersedia Iya
Jurusan  Ilmu pengetahuan dan Teknik
Departemen   Fakultas Sains

Pengantar Biokimia mempelajari Molekul Kehidupan, mulai dari blok sederhana sampai metabolisme kompleks. Kelas ini sangat penting untuk mahasiswa yang ingin mendaftar S2 di bidang sains, atau program PhD Biologi dan jurusan terkait di luar negeri.

Info lebih lanjut di sini.

 

Justice

Biaya kuliah  Gratis
Sertifikat tersedia Iya, Sertifikat terbuka
Jurusan Pemerintahan, Hukum & Politik
Departemen  Departemen Pemerintahan

Justice (Peradilan) adalah kelas pengantar mata kuliah Mora dan Filosofi Politik, yang meliputi diskusi tentang dilema kontemporer dan kontroversi.

Kelas ini sangat membantu bila kamu ingin mendaftar kuliah di luar negeri di jurusan yang terkait dengan Hukum dan Politik. Mata kuliah ini meminta mahasiswa untuk memberikan opini pribadi mereka tentang kontroversi dengan pemikiran kritis. Selain itu, sertifikat dari jurusan ini sangat membantu mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa bergengsi ke luar negeri.

Info lebih lanjut di sini.

 

Mata kuliah di atas adalah beberapa dari kelas yang ditawarkan oleh Harvard University untuk mahasiswa internasional secara gratis. Jika kalian tertarik ingin mengikuti kelas-kelas lainnya, silahkan masuk ke situs resmi mereka di sini.

 

Berikut ini adalah E-book gratis dari Hotcourses yang akan memberikan semua informasi penting yang perlu kamu ketahui (misalnya: budaya, pendaftaran universitas, visa pelajar, dan lain-lain). Kamu dapat mengunduh langsung dengan meng-klik setiap gambar di bawah ini:

Daftar Peringkat Popularitas Website Perguruan Tinggi se-Indonesia

Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di urautan pertama dan kedua untuk kepopuleran di dunia maya versi webometrics. Peringkat ini bukan menunjukkan peringkat kualitas atau mutu layanan tetapi lebih mengarah eksistensi/tingkat popularitas halaman universitas di dunia maya (internet).

Ada pun empat komponen yang menjadi indikator dari penilaian Webometrics yaitu size dengan kuota persentase 20 persen, visibility dengan bobot 50 persen, rich files sebanyak 15 persen, dan scholar dengan kuota nilai 15 persen.

Definis size merupakan jumlah halaman website yang tertangkap oleh search engines seperti Google, yahoo, bing dan search engine yang lain.
Visibilitas  merupakan jumlah eksternal link yang unik (backlink) yang diterima oleh domain web universitas yang discan oleh search engine (mesin pencari). Indikator ini mencerminkan seberapa banyak pihak lain mereferensikan link ke situs tersebut.
Rich files yang merupakan jumlah file dokumen seperti Adobe Acrobat (pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc), dan Mirosoft Powerpoint (.ppt), dan tidak termasuk jenis file xls, latex atau text yang berada dalam situs website tersebut.
Scholar yang merupakann jumlah paper dan jumlah sitasi (kutipan) yang tertangkap di Google Scholar untuk setiap dokumen website universitas.

Berikut ini adalah 50 besar website perguruan tinggi terpopuler versi Webmetrics per tanggal 3 Agustus 2011 :

No Universitas World Rank
1 University of Indonesia 562
2 Institute of Technology Bandung 632
3 Universitas Gadjah Mada 817
4 Gunadarma University 845
5 Bogor Agricultural University 1180
6 Universitas Negeri Malang 1218
7 Petra Christian University 1260
8 Universitas Muhammadiyah Malang 1264
9 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1274
10 Diponegoro University 1294
11 Andalas University 1348
12 Universitas Sebelas Maret 1361
13 Airlangga University 1388
14 Universitas Sriwijaya 1473
15 Brawijaya University 1477
16 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 1540
17 Universitas Islam Indonesia 1580
18 Universitas Muhammadiyah Surakarta 1604
19 Universitas Sumatera Utara 1671
20 Universitas Mercu Buana 1760
21 Indonesia University of Education 1850
22 Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya 1912
23 Universitas Padjadjaran 1950
24 Yogyakarta State University 2043
25 Universitas Lampung 2083
26 Informatics and Computer College Stmik Amikom 2162
27 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2226
28 Universitas Negeri Semarang 2373
29 Universitas Tarumanagara * 2553
30 Bina Nusantara University 2600
31 Universitas Hasanuddin University 2632
32 Universitas Udayana 2723
33 Unikom 3051
34 Ahmad Dahlan University 3068
35 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 3403
36 Atma Jaya Yogyakarta University 3468
37 Universitas Riau Beranda 3471
38 Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel 3556
39 Duta Wacana Christian University 3770
40 Universitas Terbuka 3912
41 Universitas Katolik Parahyangan 4127
42 Institut Sains & Teknologi Akprind 4182
43 ISI Denpasar 4201
44 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta 4342
45 Universitas Trisakti 4651
46 Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom) 4871
47 Universitas Jenderal Soedirman 4939
48 Universitas Negeri Surabaya 4965
49 Universitas Sanata Dharma 5075
50 Universitas Negeri Gorontalo 5081

Sumber  : http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id

Kuliah Online sebagai alternatif atau terobosan baru

Saat ini pendidikan konvensional berlangsung dengan metode tatap muka. Dimana pengajar akan berbicara dengan siswanya secara dua arah. Bagaimana jika pengajar tidak bertemu secara langsung dengan siswanya? Hal ini yang menjadi format kuliah online dimana pengajar dan siswa tidak perlu ketemu secara langsung tetapi dapat melakukan secara off-line atau pertemuan secara virtual.

Beberapa kampus terkenal sepertii Universitas Yale, Harvard, Princeton dan Oxford telah mencoba memulai kuliah online. Sebagai contoh untuk Harvard sendiri sudah memulai membuka kuliah online atau studi jarak jauh yang dapat anda lihat di http://www.extension.harvard.edu/distance-education.

Mereka menyelenggarakan kurang lebih 150 kelas online yang bisa diselenggarakan dalam bentuk : video kelas yang dapat dilihat mingguan dan kelas siaran langsung via web-conference. Beberapa kuliah yang dibuka seperti antropologi, ilmu biologi, computer science, ekonomi, bahasa inggris, ilmu sejarah, manajemen sistem informasi, manajemen, statistik, dan lain-lain. Tidak semua kuliah dan juga tidak semua materi dilakukan secara online, tetapi beberapa bagian dari kelas saja.

Demikian juga dengan di negara China, banyak universitas sedang ramai mempersiapkan perkuliahan secara online. Dua universitas yang akan menyelanggarakan kuliah online adalah Universitas Peking dan Universitas Tsinghua. Kuliah online diyakini akan bermanfaat untuk warga miskin China yang tinggal di pedesaan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia sendiri, memang bentuk formal dari kuliah online belum terlihat seperti halnya yang sudah dilakukan di luar negeri. Yang ada sampai saat ini adalah fasilitas e-learning untuk mendukung pembelajaran via online tetapi pembelajaran utama masih secara tatap muka masih menjadi yang utama.

Pembelajaran jarak jauh atau kuliah online ini memang masih menimbulkan polemik. Masih terdapat beberapa pro dan kontra. Beberapa yang pro tentunya akan mendukung sistem kuliah online karena dapat mengurangi biaya transportasi dan akomodasi. Terutama bagi mereka  yang berasal dari daerah yang jauh dan susah untuk memperoleh pendidikan atau bagi mereka yang cukup sibuk. Bagi yang kontra, menyatakan bahwa pelaksanaan dari kuliah online ini masih susah untuk pengendaliannya. Bagaimana memastikan bahwa yang bersangkutan adalah yang sedang belajar atau melakukan ujian dalam hal ini dilihat masih rentan dengan perjokian atau unsur integritas susah ditegakkan. Keefektifan dari tatap muka langsung dirasa masih belum bisa digantikan dengan sistem online. Unsur sosial dan psikologis kurang terbentuk karena mereka hanya satu arah saja dengan melihat video atau tidak bertemu secara langsung. Secara emosional kebersamaan antar pengajar dengan yang diajar atau sesama pelajar dianggap kurang. Ada yang menyatakan bahwa kuliah online ini akan membentuk generasi yang anti sosial seperti halnya yang dianggap sebagai dampak negatif dari social networking.

Harapannya dengan instrumentasi yang semakin bagus atau regulasi yang semakin bagus maka ke depan kuliah online ini dapat ditata lebih baik. Sejauh ini banyak yang berpendapat bahwa kuliah online ini sebagai tambahan (supporting) dari sistem konvensional yang ada. Jangan sampai menggantikan (subtitusi) sistem tatap muka secara langsung.

Sistem Pendidikan Jarak Jauh

Sistem pendidikan jarak jauh pada awalnya berbentuk pendidikan koresponden yang mulai dikenal sekitar tahun 1720- an sebagai suatu bentuk pendidikan orang dewasa.  Proses pembelajarannya menggunakan bahan cetak yang dikenal dengan self-instruksional texts dan dikombinasikan dengan komunikasi tertulis antara pengajar dan siswa.  Dalam perkembangannya istilah pendidikan koresponden dianggap terlalu sempit.  Kemudian muncul istilah independent study (belajar mandiri), home study (belajar di rumah) dan external study (belajar di luar sekolah).  Baru pada tahun 1970-an, bersamaan  dengan berdirinya Open University di Inggris, istilah pendidikan jarak jauh menjadi populer dan penggunaannya mencakup pendidikan korespondensi, independent study, home study dan external study.

Selama empat dasa warsa terakhir, istilah pendidikan jarak jauh yang berasal dari bahasa Inggris distance education, digunakan untuk menjelaskan beragam pendekatan proses belajar mengajar seperti, home study, correspondent education,  tele-education, open learning, dan external studies.   Sistem pendidikan jarak jauh mempunyai dua komponen yaitu sistem belajar jarak jauh (distance learning) dan sistem pembelajaran jarak jauh (teaching learning) (Keegan, 1990).  Sistem belajar jarak jauh memberikan penekanan kepada siswa dan proses belajar (learner centered), sedangkan sistem pembelajaran jarak jauh lebih berfokus pada proses belajar, organisasi pengajaran, serta pengajarnya (teacher and system centered).  Sementara itu,  sistem pendidikan jarak jauh berfokus pada kedua sisi secara utuh, baik kepada siswa dan proses belajarnya maupun pada proses pengajaran, sistem organisasi, dan pengajarnya.

belajar pendidikan

Tahun 1980 Keegan memberikan definisi sistem pendidikan jarak jauh berdasarkan analisisnya terhadap beragam definisi dan tradisi praksis.  Menurut Keegan. System pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Terpisahnya siswa dan pengajar yang membedakan pendidikan jarak jauh dengan pengajaran tatap muka.
  2. Ada pengaruh dari suatu organisasi pendidikan yang membedakannya dengan belajar sendiri  di rumah (home study).
  3. Penggunaan beragam media—cetak, audio, video, computer, atau multi media—untuk mempersatukan antara siswa dan pengajar dalam suatu interaksi pembelajaran.
  4. Penyediaan komunikasi dua arah sehingga siswa dapat mengambil manfaat darinya dan bahkan mengambil inisiatif untuk dialog.
  5. Kemungkinan pertemuan sekali-sekali untuk keperluan pembelajaran dan sosialisasi (pembelajaran diarahkan kepada individu, bukan kepada kelompok).
  6. Proses pembelajaran yang memilik bentuk hamper sama dengan proses industri.

Batasan tersebut, meskipun masih terasa terlalu luas, pada masanya telah dapat membantu menjelaskan suatu sistem pendidikan yang berbeda (dari sistem pendidikan lainnya dan konvensional) dan kompleks.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan jarak jauh didasarkan pada keterpisahan antara siswa dan pengajar dalam ruang dan waktu, pemanfaatan (paket) bahan ajar yang dirancang dan diproduksi secara sistematis, adanya komunikasi tidak terus-menerus  (non-contiguous) antara siswa dengan siswa, tutor, dan organisasi pendidikan melalui beragam media serta adanya penyeliaan dan pemantauan  yang intensif dari organisasi pendidikan.  Implisist dalam pengertian tersebut adalah kemandirian siswa dalam mengelola proses belajarnya melalui pemanfaatan beragam layanan, baik yang disediakan oleh organisasi pendidikan maupun yang tersedia di lingkungan sekitarnya, serta adanya proses perencanaan yang dilakukan secara sistematis oleh suatu organisasi pendidikan.  Dari beragam definisi dan gambaran tentang sistem pendidikan jarak jauh, terlihat bahwa sistem pendidikan jarak jauh sangat potensial tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan belajar mandiri (individual and independent learning), namun juga untuk upaya pemerataan pendidikan dalam bentuk pendidikan massal (mass education), terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia yang sangat memerlukan percepatan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk pembangunan.

Bahan diambil dari:

Pannen, P. (2002). Pengertian sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. Dalam Belawati, T (Ed.). Pendidikan terbuka dan jarak jauh: Didedikasikan kepada Dr. Setijadi, M.A. 11-29.