Kelebihan dan Kekurangan Kuliah Online

        Saat ini pendidikan konvensional berlangsung dengan metode tatap muka. Dimana pengajar akan berbicara dengan siswanya secara dua arah. Bagaimana jika pengajar tidak bertemu secara langsung dengan siswanya? Hal ini yang menjadi format kuliah online dimana pengajar dan siswa tidak perlu ketemu secara langsung tetapi dapat melakukan secara off-line atau pertemuan secara virtual. Beberapa kampus terkenal sepertii Universitas Yale, Harvard, Princeton dan Oxford telah mencoba memulai kuliah online. Sebagai contoh untuk Harvard sendiri sudah memulai membuka kuliah online atau studi jarak jauh yang dapat anda lihat di http://www.extension.harvard.edu/distance-education. Mereka menyelenggarakan kurang lebih 150 kelas online yang bisa diselenggarakan dalam bentuk : video kelas yang dapat dilihat mingguan dan kelas siaran langsung via web-conference. Beberapa kuliah yang dibuka seperti antropologi, ilmu biologi, computer science, ekonomi, bahasa inggris, ilmu sejarah, manajemen sistem informasi, manajemen, statistik, dan lain-lain. Tidak semua kuliah dan juga tidak semua materi dilakukan secara online, tetapi beberapa bagian dari kelas saja. Demikian juga dengan di negara China, banyak universitas sedang ramai mempersiapkan perkuliahan secara online. Dua universitas yang akan menyelanggarakan kuliah online adalah Universitas Peking dan Universitas Tsinghua. Kuliah online diyakini akan bermanfaat untuk warga miskin China yang tinggal di pedesaan. Bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia sendiri, memang bentuk formal dari kuliah online belum terlihat seperti halnya yang sudah dilakukan di luar negeri. Yang ada sampai saat ini adalah fasilitas e-learning untuk mendukung pembelajaran via online tetapi pembelajaran utama masih secara tatap muka masih menjadi yang utama. Pembelajaran jarak jauh atau kuliah online ini memang masih menimbulkan polemik. Masih terdapat beberapa pro dan kontra. Beberapa yang pro tentunya akan mendukung sistem kuliah online karena dapat mengurangi biaya transportasi dan akomodasi. Terutama bagi mereka yang berasal dari daerah yang jauh dan susah untuk memperoleh pendidikan atau bagi mereka yang cukup sibuk. Bagi yang kontra, menyatakan bahwa pelaksanaan dari kuliah online ini masih susah untuk pengendaliannya. Bagaimana memastikan bahwa yang bersangkutan adalah yang sedang belajar atau melakukan ujian dalam hal ini dilihat masih rentan dengan perjokian atau unsur integritas susah ditegakkan. Keefektifan dari tatap muka langsung dirasa masih belum bisa digantikan dengan sistem online. Unsur sosial dan psikologis kurang terbentuk karena mereka hanya satu arah saja dengan melihat video atau tidak bertemu secara langsung. Secara emosional kebersamaan antar pengajar dengan yang diajar atau sesama pelajar dianggap kurang. Ada yang menyatakan bahwa kuliah online ini akan membentuk generasi yang anti sosial seperti halnya yang dianggap sebagai dampak negatif dari social networking. Harapannya dengan instrumentasi yang semakin bagus atau regulasi yang semakin bagus maka ke depan kuliah online ini dapat ditata lebih baik. Sejauh ini banyak yang berpendapat bahwa kuliah online ini sebagai tambahan (supporting) dari sistem konvensional yang ada. Jangan sampai menggantikan (subtitusi) sistem tatap muka secara langsung. Selain sebagai bentuk penyelarasan terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kuliah online dapat dianggap sebagai upaya pemerataan distribusi pendidikan tinggi, yang selama ini memang hanya golongan tertentu saja yang dapat mengaksesnya. Jika kita cermati, hampir setiap orang tentu mencita-citakan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, namun terkendala dengan berbagai hal. Maka, isu pemerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan tinggi ini menjadi penting, karena berhubungan dengan perkembangan mutu kehidupan seseorang. Kuliah online merupakan wujud dari aplikasi teknologi pendidikan yang lahir dari pesatnya perkembangan teknologi. Perkembangan tekonologi tersebut mau tak mau membawa konsekuensi pada perubahan metode dan bentuk pembelajaran. Model kuliah ini digadang-gadang mempunyai beberapa kelebihan, di antaranya menjadi solusi terhadap mahalnya biaya pendidikan, menjangkau segala usia dan wilayah, menghemat biaya operasional, menekan produksi kertas (prolingkungan), mengurangi dominasi dosen (membentuk kemandirian belajar), melibatkan fasilitas audio-visual yang canggih, dan sebagainya. Sementara kelemahannya, ketergantungan pada koneksi internet dan keterbatasan komunikasi menjadi kendala utama dalam proses belajar. Tak Diakui Meski menjadi model baru pendidikan dan memberi kemudahan bagi masyarakat, tidak semua negara mengakui model kuliah online tersebut, termasuk Indonesia. Sejauh ini, gelar kesarjanaan yang diperoleh dari online university tidak diakui oleh pemerintah. Kuliah online merupakan bentuk lain dari kuliah jarak jauh (distance learning). Sejak tahun 2007, praktik distance learning telah dilarang oleh pemerintah, dan dianggap ilegal. Ini berdasarkan Surat Edaran Direktur Kelembagaan Dirjen Dikti Nomor. 595/D5.1/2007 tanggal 27 Februari 2007 yang menjelaskan bahwa Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi sejak tahun 1997 telah melarang penyelenggaraan pendidikan model kelas jauh dan menetapkan bahwa ijazah yang dikeluarkan tidak sah. Masih lemahnya regulasi dan pengawasan dikhawatirkan akan menjadi modus bisnis untuk mencetak sarjana secara instan, yang tentu saja mencederai kaidah, norma, hakikat, dan semangat perguruan tinggi. Saat ini pemerintah masih mempunyai kekhawatiran tersendiri, sehingga masih memberlakukan larangan praktik distance learning. Namun, jika melihat karakteristik wilayah Indonesia yang luas, kecilnya angka penduduk yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, tingginya biaya kuliah konvensional, tingginya kebutuhan tenaga kerja terdidik, perkembangan globalisasi yang menuntut kompetensi, dan semakin luasnya perkembangan internet, setidaknya pemerintah perlu menimbang ulang wacana kuliah online. Untuk menjajaki wacana tersebut, pemerintah dapat melakukan studi banding ke kampuskampus yang telah mempunyai reputasi dalam penyelenggaraan pendidikan online, seperti Jones International University (pelopor universitas online pertama yang terakreditasi di Amerika Serikat), California University of Pennsylvania Online (universitas online terbaik versi Online College Ranking 2012), University of the People (universitas online afiliasi PBB), dan lain-lain. Pemerintah dapat mengkaji, regulasi/akreditasi, manajemen, keuangan, pengawasan, model pembelajaran, hingga perangkat lunak (software) perkuliahan. Kekhawatiran terhadap praktik kecurangan ini sebenarnya dapat dilakukan melalui pengaturan regulasi dan pengawasan yang ketat, sedangkan kekhawatiran terhadap ketidakefektifan pola pembelajaran itu perlu dijawab dalam bentuk pilot project di satu atau beberapa kampus di Indonesia. Kita sadar bahwa kuliah online adalah wacana baru di Indonesia. Perubahan paradigma pendidikan dari konvensional tatap muka dalam kelas menjadi belajar mandiri secara online tidaklah mudah. Hal ini masih memerlukan proses pengedukasian masyarakat secara terusmenerus. Namun demikian, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat membuka diri pada praktik pembelajaran berbasis web tersebut. Setidaknya, ini akan menjadi upaya dan terobosan mengatasi ketimpangan pemerataan akses dan distribusi pendidikan tinggi di Indonesia.

A. Kekurangan E-Learning
1) Pembelajar yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran.
2) Pembelajar dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial.
3) Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan.
4) Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi.
5) Beberapa subjek/mata kuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk e-learning.
6) Pembelajar harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi e-learning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya.
7) Pembelajar yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal.
8) Untuk sekolah tertentu terutama yang berada di daerah, akan memerlukan investasi yang mahal untuk membangun e-learning.
9) Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
10) Keterbatasan jumlah komputer yang dimiliki oleh sekolah akan menghambat pelaksanaan e-learning.
11) Bagi siswa yang gagap teknologi, sistem ini sulit untuk diterapkan.
12) Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
13) Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri sehingga memperlambat terbentuknya nilai dalam proses belajar dan mengajar.
14) Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan internet.
15) Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet.
16) Proses belajar mengajar cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan.

B. Kelebihan E-Learning
1) Pembelajar dapat belajar kapan dan dimana saja mereka punya akses internet.
2) Efisiensi waktu dan biaya perjalanan.
3) Pembelajar dapat memilih materi pembelajaran sesuai dengan level pengetahuannya.
4) Fleksibilitas untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas dan pengajar secara remote melalui ruang chatting.
5) Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam aktivitas.
6) Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain pembelajar.
7) Keberhasilan menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar mandiri dan kepercayaan diri pembelajar serta mendorong pembelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.
8) Mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis.
9) Mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi, peserta didik dengan guru maupun sesama peserta didik.
10) Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang.
11) Kehadiran guru tidak mutlak diperlukan.
12) Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
13) Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif.

C. Karakteristik E-Learning
1) Memanfaatkan jasa teknologi informasi dan komunikasi berupa internet sehingga penyampaian pesan dan komunikasi guru dan siswa secara mudah dan cepat.
2) Memanfaatkan media komputer seperti jaringan komputer (computer networks atau digital media).
3) Menggunakan pendekatan pembelajaran mandiri. Dengan menggunakan e-learning, pembelajar dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap pembelajar karena pembelajaran tidak dilakukan secara langsung.
4) Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer.
5) Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga mengetahui hasil kemajuan belajar, administrasi pendidikan, serta untuk mengetahui informasi yang banyak dari berbagai sumber informasi.
6) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di computer.

D. Manfaat E-Learning
1) E-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran dilakukan dari mana saja.
2) E-learning memberikan kesempatan bagi pembelajar secara mandiri memegang kendali atas keberhasilan belajarnya.
3) Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja
4) Mengurangi biaya perjalanan
5) Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas
6) Adanya peningkatan interaksi mahasiswa dengan sesamanya dan dengan dosen
7) Terbentuknya komunitas pembelajar yang saling berinteraksi, saling memberi dan menerima serta tidak terbatas dalam satu lokasi
8) Meningkatkan kualitas dosen karena dimungkinkan menggali informasi secara lebih luas dan bahkan tidak terbatas
9) E-learning yang dikembangkan secara benar akan efektif dalam meningkatkan kualitas lulusan dan kualitas perguruan tinggi.
10) Guru atau dosen akan lebih mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya
11) Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
12) Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
13) Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
Sumber: http://tentangperkuliahanonline.blogspot.co.id/

HARVARD UNIVERSITY MEMBUKA KELAS GRATIS UNTUK MAHASISWA INTERNASIONAL

Universitas Rumah Indonesia senantiasa berusaha untuk memberikan informasi sebanyak mungkin untuk para pelajar Indonesia yang ingin kuliah di luar negeri. Saat ini, kompetisi untuk mendapatkan beasiswa memang ketat, terutama di universitas bergengsi di luar negeri. Namun tahukah kamu bahwa ada satu cara untuk mengikuti mata kuliah di Harvard University secara gratis?

 

Dengan mengambil mata kuliah gratis di universitas-universitas terbaik di dunia, seperti Harvard dan Stanford, kamu akan mendapatkan peluang lebih besar untuk mendapatkan beasiswa di Amerika, Inggris dan Australia, serta pekerjaan yang bagus setelah lulus nanti. Namun kelas-kelas tersebut harus diambil secara online, atau mereka menamakannya Harvard Online Learning.

Banyak sekali kelas-kelas (mata kuliah) yang bisa kamu ambil secara gratis dan bersertifikat. Beberapa diantaranya yang popular dikalangan mahasiswa internasional adalah sebagai berikut:

 

S50: Introduction to Computer Science

Biaya kuliah Gratis
Sertifikat tersedia Iya (sertifikat terbuka)
Jurusan  Ilmu Komputer
Departemen    Departemen Ilmu Komputer

Jurusan ilmu computer adalah jurusan yang sangat popular di dunia. Kamu tidak memerlukan pengalaman untuk mengikuti kelasnya. Dan sangat cocok untuk kamu yang tertarik di bidang programming.

Dunia teknologi sangat dinamis dan terus berkembang, sehingga jurusan ilmu komputer akan terus relevan dimasa depan, khususnya untuk mahasiswa internasional yang ingin mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Info lebih lanjut di sini.

Advanced Statistics for the Life Sciences

Biaya kuliah Gratis
Sertifikat tersedia Iya
Jurusan  Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
Departemen Harvard T.H. Chan School of Public Health

Untuk mahasiswa yang tertarik kuliah di bidang sains (ilmu pengetahuan) dan bisnis, jurusan ini akan sangat membantu sekali. Mata kuliah ini mencakup beberapa topik, seperti misalnya, multiple test correction, factor analysis, prediction method, clustering, dll.

Info lebih lanjut di sini.

 

CopyrightX

Biaya kuliah      Gratis
Sertifikat tersedia Iya
Jurusan   Pemerintahan, Hukum & Politik
Departemen Harvard Law School

CopyrightX adalah kursus 12 minggu, yang ditawarkan dari Januari sampai Mei setiap tahunnya, di bawah Harvard Law School, the HarvardX distance-learning initiative, dan the Berkman Center for Internet and Society. Pendaftarannya gratis untuk mata kuliah online, dan terbuka untuk semua pelajar di atas 13 tahun. Akan tetapi, karena banyaknya permintaan dengan kapasitas terbatas, kamu harus segera mendaftar. Siapa cepat dia dapat.

Info lebih lanjut di sini.

 

Principles of Biochemistry

Biaya kuliah  Gratis
Sertifikat tersedia Iya
Jurusan  Ilmu pengetahuan dan Teknik
Departemen   Fakultas Sains

Pengantar Biokimia mempelajari Molekul Kehidupan, mulai dari blok sederhana sampai metabolisme kompleks. Kelas ini sangat penting untuk mahasiswa yang ingin mendaftar S2 di bidang sains, atau program PhD Biologi dan jurusan terkait di luar negeri.

Info lebih lanjut di sini.

 

Justice

Biaya kuliah  Gratis
Sertifikat tersedia Iya, Sertifikat terbuka
Jurusan Pemerintahan, Hukum & Politik
Departemen  Departemen Pemerintahan

Justice (Peradilan) adalah kelas pengantar mata kuliah Mora dan Filosofi Politik, yang meliputi diskusi tentang dilema kontemporer dan kontroversi.

Kelas ini sangat membantu bila kamu ingin mendaftar kuliah di luar negeri di jurusan yang terkait dengan Hukum dan Politik. Mata kuliah ini meminta mahasiswa untuk memberikan opini pribadi mereka tentang kontroversi dengan pemikiran kritis. Selain itu, sertifikat dari jurusan ini sangat membantu mahasiswa yang ingin mendapatkan beasiswa bergengsi ke luar negeri.

Info lebih lanjut di sini.

 

Mata kuliah di atas adalah beberapa dari kelas yang ditawarkan oleh Harvard University untuk mahasiswa internasional secara gratis. Jika kalian tertarik ingin mengikuti kelas-kelas lainnya, silahkan masuk ke situs resmi mereka di sini.

 

Berikut ini adalah E-book gratis dari Hotcourses yang akan memberikan semua informasi penting yang perlu kamu ketahui (misalnya: budaya, pendaftaran universitas, visa pelajar, dan lain-lain). Kamu dapat mengunduh langsung dengan meng-klik setiap gambar di bawah ini:

Daftar Peringkat Popularitas Website Perguruan Tinggi se-Indonesia

Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) berada di urautan pertama dan kedua untuk kepopuleran di dunia maya versi webometrics. Peringkat ini bukan menunjukkan peringkat kualitas atau mutu layanan tetapi lebih mengarah eksistensi/tingkat popularitas halaman universitas di dunia maya (internet).

Ada pun empat komponen yang menjadi indikator dari penilaian Webometrics yaitu size dengan kuota persentase 20 persen, visibility dengan bobot 50 persen, rich files sebanyak 15 persen, dan scholar dengan kuota nilai 15 persen.

Definis size merupakan jumlah halaman website yang tertangkap oleh search engines seperti Google, yahoo, bing dan search engine yang lain.
Visibilitas  merupakan jumlah eksternal link yang unik (backlink) yang diterima oleh domain web universitas yang discan oleh search engine (mesin pencari). Indikator ini mencerminkan seberapa banyak pihak lain mereferensikan link ke situs tersebut.
Rich files yang merupakan jumlah file dokumen seperti Adobe Acrobat (pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc), dan Mirosoft Powerpoint (.ppt), dan tidak termasuk jenis file xls, latex atau text yang berada dalam situs website tersebut.
Scholar yang merupakann jumlah paper dan jumlah sitasi (kutipan) yang tertangkap di Google Scholar untuk setiap dokumen website universitas.

Berikut ini adalah 50 besar website perguruan tinggi terpopuler versi Webmetrics per tanggal 3 Agustus 2011 :

No Universitas World Rank
1 University of Indonesia 562
2 Institute of Technology Bandung 632
3 Universitas Gadjah Mada 817
4 Gunadarma University 845
5 Bogor Agricultural University 1180
6 Universitas Negeri Malang 1218
7 Petra Christian University 1260
8 Universitas Muhammadiyah Malang 1264
9 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1274
10 Diponegoro University 1294
11 Andalas University 1348
12 Universitas Sebelas Maret 1361
13 Airlangga University 1388
14 Universitas Sriwijaya 1473
15 Brawijaya University 1477
16 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 1540
17 Universitas Islam Indonesia 1580
18 Universitas Muhammadiyah Surakarta 1604
19 Universitas Sumatera Utara 1671
20 Universitas Mercu Buana 1760
21 Indonesia University of Education 1850
22 Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya 1912
23 Universitas Padjadjaran 1950
24 Yogyakarta State University 2043
25 Universitas Lampung 2083
26 Informatics and Computer College Stmik Amikom 2162
27 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 2226
28 Universitas Negeri Semarang 2373
29 Universitas Tarumanagara * 2553
30 Bina Nusantara University 2600
31 Universitas Hasanuddin University 2632
32 Universitas Udayana 2723
33 Unikom 3051
34 Ahmad Dahlan University 3068
35 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 3403
36 Atma Jaya Yogyakarta University 3468
37 Universitas Riau Beranda 3471
38 Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel 3556
39 Duta Wacana Christian University 3770
40 Universitas Terbuka 3912
41 Universitas Katolik Parahyangan 4127
42 Institut Sains & Teknologi Akprind 4182
43 ISI Denpasar 4201
44 Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta 4342
45 Universitas Trisakti 4651
46 Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom) 4871
47 Universitas Jenderal Soedirman 4939
48 Universitas Negeri Surabaya 4965
49 Universitas Sanata Dharma 5075
50 Universitas Negeri Gorontalo 5081

Sumber  : http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id

Kuliah Online sebagai alternatif atau terobosan baru

Saat ini pendidikan konvensional berlangsung dengan metode tatap muka. Dimana pengajar akan berbicara dengan siswanya secara dua arah. Bagaimana jika pengajar tidak bertemu secara langsung dengan siswanya? Hal ini yang menjadi format kuliah online dimana pengajar dan siswa tidak perlu ketemu secara langsung tetapi dapat melakukan secara off-line atau pertemuan secara virtual.

Beberapa kampus terkenal sepertii Universitas Yale, Harvard, Princeton dan Oxford telah mencoba memulai kuliah online. Sebagai contoh untuk Harvard sendiri sudah memulai membuka kuliah online atau studi jarak jauh yang dapat anda lihat di http://www.extension.harvard.edu/distance-education.

Mereka menyelenggarakan kurang lebih 150 kelas online yang bisa diselenggarakan dalam bentuk : video kelas yang dapat dilihat mingguan dan kelas siaran langsung via web-conference. Beberapa kuliah yang dibuka seperti antropologi, ilmu biologi, computer science, ekonomi, bahasa inggris, ilmu sejarah, manajemen sistem informasi, manajemen, statistik, dan lain-lain. Tidak semua kuliah dan juga tidak semua materi dilakukan secara online, tetapi beberapa bagian dari kelas saja.

Demikian juga dengan di negara China, banyak universitas sedang ramai mempersiapkan perkuliahan secara online. Dua universitas yang akan menyelanggarakan kuliah online adalah Universitas Peking dan Universitas Tsinghua. Kuliah online diyakini akan bermanfaat untuk warga miskin China yang tinggal di pedesaan.

Bagaimana dengan di Indonesia? Di Indonesia sendiri, memang bentuk formal dari kuliah online belum terlihat seperti halnya yang sudah dilakukan di luar negeri. Yang ada sampai saat ini adalah fasilitas e-learning untuk mendukung pembelajaran via online tetapi pembelajaran utama masih secara tatap muka masih menjadi yang utama.

Pembelajaran jarak jauh atau kuliah online ini memang masih menimbulkan polemik. Masih terdapat beberapa pro dan kontra. Beberapa yang pro tentunya akan mendukung sistem kuliah online karena dapat mengurangi biaya transportasi dan akomodasi. Terutama bagi mereka  yang berasal dari daerah yang jauh dan susah untuk memperoleh pendidikan atau bagi mereka yang cukup sibuk. Bagi yang kontra, menyatakan bahwa pelaksanaan dari kuliah online ini masih susah untuk pengendaliannya. Bagaimana memastikan bahwa yang bersangkutan adalah yang sedang belajar atau melakukan ujian dalam hal ini dilihat masih rentan dengan perjokian atau unsur integritas susah ditegakkan. Keefektifan dari tatap muka langsung dirasa masih belum bisa digantikan dengan sistem online. Unsur sosial dan psikologis kurang terbentuk karena mereka hanya satu arah saja dengan melihat video atau tidak bertemu secara langsung. Secara emosional kebersamaan antar pengajar dengan yang diajar atau sesama pelajar dianggap kurang. Ada yang menyatakan bahwa kuliah online ini akan membentuk generasi yang anti sosial seperti halnya yang dianggap sebagai dampak negatif dari social networking.

Harapannya dengan instrumentasi yang semakin bagus atau regulasi yang semakin bagus maka ke depan kuliah online ini dapat ditata lebih baik. Sejauh ini banyak yang berpendapat bahwa kuliah online ini sebagai tambahan (supporting) dari sistem konvensional yang ada. Jangan sampai menggantikan (subtitusi) sistem tatap muka secara langsung.

Sistem Pendidikan Jarak Jauh

Sistem pendidikan jarak jauh pada awalnya berbentuk pendidikan koresponden yang mulai dikenal sekitar tahun 1720- an sebagai suatu bentuk pendidikan orang dewasa.  Proses pembelajarannya menggunakan bahan cetak yang dikenal dengan self-instruksional texts dan dikombinasikan dengan komunikasi tertulis antara pengajar dan siswa.  Dalam perkembangannya istilah pendidikan koresponden dianggap terlalu sempit.  Kemudian muncul istilah independent study (belajar mandiri), home study (belajar di rumah) dan external study (belajar di luar sekolah).  Baru pada tahun 1970-an, bersamaan  dengan berdirinya Open University di Inggris, istilah pendidikan jarak jauh menjadi populer dan penggunaannya mencakup pendidikan korespondensi, independent study, home study dan external study.

Selama empat dasa warsa terakhir, istilah pendidikan jarak jauh yang berasal dari bahasa Inggris distance education, digunakan untuk menjelaskan beragam pendekatan proses belajar mengajar seperti, home study, correspondent education,  tele-education, open learning, dan external studies.   Sistem pendidikan jarak jauh mempunyai dua komponen yaitu sistem belajar jarak jauh (distance learning) dan sistem pembelajaran jarak jauh (teaching learning) (Keegan, 1990).  Sistem belajar jarak jauh memberikan penekanan kepada siswa dan proses belajar (learner centered), sedangkan sistem pembelajaran jarak jauh lebih berfokus pada proses belajar, organisasi pengajaran, serta pengajarnya (teacher and system centered).  Sementara itu,  sistem pendidikan jarak jauh berfokus pada kedua sisi secara utuh, baik kepada siswa dan proses belajarnya maupun pada proses pengajaran, sistem organisasi, dan pengajarnya.

belajar pendidikan

Tahun 1980 Keegan memberikan definisi sistem pendidikan jarak jauh berdasarkan analisisnya terhadap beragam definisi dan tradisi praksis.  Menurut Keegan. System pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Terpisahnya siswa dan pengajar yang membedakan pendidikan jarak jauh dengan pengajaran tatap muka.
  2. Ada pengaruh dari suatu organisasi pendidikan yang membedakannya dengan belajar sendiri  di rumah (home study).
  3. Penggunaan beragam media—cetak, audio, video, computer, atau multi media—untuk mempersatukan antara siswa dan pengajar dalam suatu interaksi pembelajaran.
  4. Penyediaan komunikasi dua arah sehingga siswa dapat mengambil manfaat darinya dan bahkan mengambil inisiatif untuk dialog.
  5. Kemungkinan pertemuan sekali-sekali untuk keperluan pembelajaran dan sosialisasi (pembelajaran diarahkan kepada individu, bukan kepada kelompok).
  6. Proses pembelajaran yang memilik bentuk hamper sama dengan proses industri.

Batasan tersebut, meskipun masih terasa terlalu luas, pada masanya telah dapat membantu menjelaskan suatu sistem pendidikan yang berbeda (dari sistem pendidikan lainnya dan konvensional) dan kompleks.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan jarak jauh didasarkan pada keterpisahan antara siswa dan pengajar dalam ruang dan waktu, pemanfaatan (paket) bahan ajar yang dirancang dan diproduksi secara sistematis, adanya komunikasi tidak terus-menerus  (non-contiguous) antara siswa dengan siswa, tutor, dan organisasi pendidikan melalui beragam media serta adanya penyeliaan dan pemantauan  yang intensif dari organisasi pendidikan.  Implisist dalam pengertian tersebut adalah kemandirian siswa dalam mengelola proses belajarnya melalui pemanfaatan beragam layanan, baik yang disediakan oleh organisasi pendidikan maupun yang tersedia di lingkungan sekitarnya, serta adanya proses perencanaan yang dilakukan secara sistematis oleh suatu organisasi pendidikan.  Dari beragam definisi dan gambaran tentang sistem pendidikan jarak jauh, terlihat bahwa sistem pendidikan jarak jauh sangat potensial tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan belajar mandiri (individual and independent learning), namun juga untuk upaya pemerataan pendidikan dalam bentuk pendidikan massal (mass education), terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia yang sangat memerlukan percepatan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk pembangunan.

Bahan diambil dari:

Pannen, P. (2002). Pengertian sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. Dalam Belawati, T (Ed.). Pendidikan terbuka dan jarak jauh: Didedikasikan kepada Dr. Setijadi, M.A. 11-29.

Pendidikan Jarak Jauh, Selain UT Pun Boleh

Demi meningkatkan Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK-PT), pemerintah melakukan terobosan baru dengan diperbolehkannya perguruan tinggi selain Universitas Terbuka – dengan kriteria dan persyaratan tertentu – untuk menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh pada Perguruan Tinggi.
Menurut Permendikbud tersebut, PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajaraannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi informasi dan komunikasi, dan media lain. Fungsinya adalah sebagai bentuk pendidikan bagi peserta didik yang tidak dapat mengikuti pendidikan tatap muka tanpa mengurangi kualitas pendidikan. PJJ bertujuan untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan akses terhadap pendidikan yang bermutu dan relevan sesuai kebutuhan.
Dengan semakin banyaknya masyarakat yang masuk ke perguruan tinggi, APK-PT bisa meningkat. Menurut BPS, APK-PT adalah perbandingan antara mahasiswa perguruan tinggi dengan penduduk berusia 19-24 tahun, dinyatakan dalam persentase. Menurut Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, pada tahun 2010, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia mencapai 21,6%. Angka tersebut masih jauh dari pencapaian target nasional, yaitu 30% pada tahun 2015. Apalagi menurut “The Global Competitiveness Report 2011-2012” yang dirilis oleh World-Economic Forum, persentase Tertiary Education Enrollment – salah satu indikator yang mirip dengan APK-PT  – hanya menempati Indonesia pada posisi ke- 87 dari 147 negara.
Belajar tidak hanya sebatas di ruang kelas atau seminar saja
Dengan PJJ, pendidikan memang bisa tidak terbatas ruang dan waktu. Idealnya, siapa saja bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Namun dalam prakteknya, PJJ tidak hanya sekedar mengirimkan bahan belajar ke alamat peserta didik, atau sekedar berkomunikasi melalui teknologi informasi dan komunikasi. Aspek pedagogik, atau pencapaian kemampuan kognitif, afektif, atau psikomotorik tidak mudah difasilitasi dengan PJJ yang diselenggarakan secara asal-asalan, atau sekedar mengikuti trend. Untuk itulah pemerintah berupaya membuat regulasi ketat, walau di sisi lain, memberikan kemudahan bagi Perguruan Tinggi yang dianggap mampu.
Menurut Permendikbud nomor 24 tahun 2012, PJJ dapat diselenggarakan pada lingkup program studi atau mata kuliah. PJJ dalam program studi diselenggarakan dalam proses pembelajaran pada 50% atau lebih mata kuliah dalam satu program studi, sedangkan PJJ dalam mata kuliah diselenggarakan di semua proses pembelajaran dalam satu mata kuliah. Izin penyelenggaraan PJJ untuk program studi dapat diberikan apabila:
  1. Mempunyai izin penyelenggaraan program studi secara tatap muka dalam bidang studi yang sama
  2. Telah diakreditasi oleh lembaga akreditasi yang diakui pemerintah dengan nilai paling rendah B, dan
  3. Jumlah mata kuliah yang diselenggarakan secara PJJ berjumlah lebih atau sama dengan 50% dari jumlah semua mata kuliah dalam satu program studi yang dilaksanakan dengan tatap muka secara penuh

Jadi, tidak setiap PT bisa menyelenggarakan PJJ. Pemerintah menetapkan bahwa program pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi harus memenuhi persyaratan yang relatif ketat, mulai dari ketersediaan sumber daya manusia dan sumber daya teknologi, sampai ijin penyelenggaraan program studi secara tatap muka dalam bidang studi yang sama yang telah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN – PT) dengan minimal nilai B, serta Bekerjasama dengan lembaga, PT, institusi, dunia industri, atau pihak lain untuk bidang akademik atau non akademik di dalam dan luar negeri untuk memfasilitasi peningkatan kualitas pendidikan.

Perguruan Tinggi Asing pun bisa dilibatkan dalam pendidikan jarak jauh
Menurut Dirjen DIKTI, yang tertuang dalam “Panduan Penyelenggaraan Model Pembelajaran Jarak Jauh di Perguruan Tinggi“, untuk menjamin kualitas, secara intrinsik, penyelenggaraan program PJJ diharapkan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Didasarkan pada kegiatan perencanaan yang sistemik berkenaan dengan kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, instrumen dan sistem evaluasi,
  2. Berbasis TIK,
  3. Memanfaatkan sistem penyampaian pembelajaran yang inovatif dan kreatif,
  4. Menyelenggarakan proses pembelajaran interaktif berbasis TIK dengan memungkinkan kesempatan tatap muka,
  5. Mengembangkan dan membina tingkat kemandirian dan softskills peserta didik,
  6. Menyediakan layanan pendukung yang berkualitas (administrasi akademik, bantuan belajar peserta didik, unit sumber belajar untuk layanan administrasi dan peserta didik, akses dan infrastruktur).
PJJ sebenarnya tergolong konsep lama di Indonesia yaitu dengan keberadaan Universitas Terbuka. Pada saat pertama kali diresmikan pada 4 September 1984, proses pembelajarannya menggunakan berbagai modul atau diktat yang dikirim via pos untuk dipelajari secara mandiri oleh para mahasiswanya. Andaikan ada tatap muka, pembelajarannya berupa tutorial sewaktu-waktu atau layanan adminitrasi yang diselenggarakan di setiap kantor Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) yang tersebar di daerah. Kini proses pendidikannya makin sarat dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi.
Pertanyaannya adalah apakah perguruan tinggi akhirnya menyerupai Universitas Terbuka? Dari aspek teknis, PJJ mungkin bisa sama antara perguruan tinggi yang satu dengan yang lain. Memang ada perbedaan dari sisi prasyarat kelembagaannya, yaitu dilihat dari modus pembelajarannya.  Dalam permendibud beserta pedoman dari DIKTI, dikenal istilah modus penyelenggaraan PJJ yaitu cara penyelenggaraan PJJ yang terdiri dari tiga modus.
Pertama, Modus Tunggal yaitu berbentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan hanya dengan moda jarak jauh. Semua proses pembelajaran di semua mata kuliah dan semua program pendidikan diselenggarakan hanya dengan modus jarak jauh. Modus ini hanya diperuntukkan bagi Universitas Terbuka.
Kedua, Modus Ganda yaitu berbentuk satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan baik secara tatap muka maupun jarak jauh. Proses pembelajaran diselenggarakan baik secara tatap muka dan atau dengan modus jarak jauh. Modus ganda ini seringkali dikenal dengan nama “dual mode”, yaitu (a) Modus Ganda Paralel: satu program pendidikan secara utuh ditransformasikan ke dalam penyelenggaraan modus jarak jauh, sementara penyelenggaraan program pendidikan secara tatap muka masih tetap diselenggarakan oleh PT pada saat bersamaan, dan (b) Modus Ganda Kombinasi: satu program pendidikan mentransformasikan beberapa mata kuliahnya ke dalam penyelenggaraan modus jarak jauh, sementara mata kuliah lain masih tetap diselenggarakan melalui modus tatap muka.
Ketiga, Modus Konsorsium yaitu berbentuk jejaring kerjasama penyelenggaraan pendidikan jarak jauh lintas satuan pendidikan dengan lingkup wilayah nasional dan/atau internasional. Penyelenggaraan program pendidikan jarak jauh secara bersama oleh beberapa perguruan tinggi untuk program studi/mata kuliah yang sama, sehingga terjadi pengakuan kredit oleh beberapa perguruan tinggi secara bersama, dan memungkinkan alih kredit.
UT atau selain UT yang hanya boleh menyelenggarakan modus ganda dan modus konsorsium, kini PJJ makin intensif menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Itupun tidak hanya sebatas pengiriman dan pendistribusian bahan ajar saja, atau sekedar membuat versi elektronik dari diktat atau presentasi kuliah yang dibuat oleh dosen. TIK diterapkan pada semua kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang mencakup penyusunan, penggandaan dan distribusi/pengunggahan materi ajar, proses pembelajaran melalui kegiatan tutorial, praktik, praktikum, dan ujian (atau e-learning); dan administrasi serta registrasi tanpa mengesampingkan pembelajaran dan pelayanan tatap muka dikenal dengan nama sistem pembelajaran terpadu (hybrid/blended learning).
Jelas sudah bahwa penyelenggaraan PJJ tidaklah mudah. Penyelenggaraan program PJJ pun harus sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) – seperti dijelaskan dalam pedoman dari Ditjen DIKTI, yaitu mengutamakan hal berikut:
  1. Penggunaan berbagai media komunikasi, antara lain media cetak, elektronik, dan bentukbentuk media komunikasi lain yang dimungkinkan oleh perkembangan teknologi untuk menggantikan pembelajaran tatap muka dengan interaksi pembelajaran berbasis TIK, meskipun tetap memungkinkan adanya pembelajaran tatap muka secara terbatas;
  2. Penggunaan sistem penyampaian pembelajaran yang peserta didik dengan pendidiknya terpisah;
  3. Penggunaan metode pembelajaran interaktif berdasarkan konsep belajar mandiri, terstruktur, dan terbimbing yang menggunakan berbagai sumber belajar dan dengan dukungan bantuan belajar serta fasilitas pembelajaran;
  4. Menjadikan media pembelajaran sebagai sumber belajar yang lebih dominan daripada pendidik.
Semoga nanti para penyelenggara PJJ bisa menyandingkan kuantitas dengan kualitas lulusan. Peningkatan APK-PT sebaiknya dijadikan target antara saja. Sasaran akhirnya adalah peningkatan kualitas SDM Indonesia yang dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa dan ikut serta mendongkrak daya saing nasional di tingkat international.

Mengenal Pendidikan Jarak Jauh

siswaPendidikan di luar kampus atau jarak jauh saat ini banyak tersedia dan memberikan kesempatan yang fleksibel untuk menggabungkan studi dengan komitmen kerja dan gaya hidup.

Pendidikan di luar kampus atau jarak jauh adalah ketika Anda belajar di luar kampus dan mengambil kuliah yang sama persis dengan mahasiswa di dalam kampus. Anda juga menerima materi studi dan sumber daya online interaktif yang sama.

Pendidikan jarak jauh saat ini banyak tersedia dan memberikan kesempatan yang fleksibel untuk menggabungkan studi dengan komitmen kerja dan gaya hidup.

Sejumlah universitas, college, TAFE dan beberapa institusi swasta menyediakan pendidikan jarak jauh, baik untuk keseluruhan kuliah atau hanya untuk mata kuliah tertentu. Setiap program studi berbeda jadi pastikan Anda berbicara dengan penasihat kuliah.

Sumber daya dan dukungan

Mahasiswa di luar kampus mungkin memiliki akses ke:

  • layanan perpustakaan (akses jarak jauh)
  • sumber daya studi interaktif
  • layanan dukungan mahasiswa
  • lokakarya studi online untuk memberikan panduan tentang penilaian dan mempersiapkan ujian
  • pertemuan lewat telepon, eLive atau konferensi video dengan staf pengajar
  • konseling karier dan alat karier

Kunjungi situs berikut ini untuk informasi selengkapnya tentang pilihan pendidikan jarak jauh:

Sumber: http://www.studymelbourne.vic.gov.au

Kuliah Online Vs Kuliah Reguler

indexHC Indonesia Editor
 
Seiiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan hidup yang semakin meningkat, sudah banyak universitas baik di luar negeri maupun di dalam negeri yang menawarkan opsi kuliah online.

Apa itu kuliah online?

Kuliah online adalah kuliah tanpa harus menghadiri kelas di kampus, tetapi tetap bisa menikmati fasilitas universitas dan mendapatkan gelar yang sama dengan mahasiswa reguler. Kuliah biasanya disampaikan via teleconference, materi pelajaran disediakan secara online, dan juga terdapat forum dimana mahasiswa dapat mengajukan pertanyaan kepada dosen, dan saling berdiskusi antara satu mahasiswa yang satu dan lainnya.

Apa perbedaan dan persamaan perkuliahan online dengan perkuliahan reguler?

Mengenal lokasi

Setelah mendaftar untuk kuliah online, mahasiswa akan diberikan akun untuk log in di situs, di mana mahasiswa dapat mengakses materi pelajaran (bisa berupa artikel, atau bacaan elektronik, bahkan video atau rekaman audio kuliah yang disampaikan dosen), mengakses forum tanya jawab dan diskusi antara mahasiswa dan dosen, atau sesama mahasiswa.

Jika di kampus, kamu harus mengenal bangunan mana saja untuk menghadiri kelas kuliah atau tutorial, lab komputer dan perpustakaan dan fasilitas penting lainnya, di kuliah online, kamu harus mengenal di bagian mana kamu bisa log-in, mendapatkan materi pelajaran, berhubungan dengan dosen dan rekan-rekan mahasiswa, serta mengakses fasilitas secara online (misalnya perpustakaan online).

Sama halnya seperti kuliah reguler, kuliah online juga ada masa orientasinya, dimana mahasiswa akan dikenalkan dengan dosen, staf pendukung dan fasilitas yang bisa diakses untuk dapat menyelesaikan kuliah dengan baik. Hanya saja bedanya, semua dilakukan secara virtual.

Fleksibilitas

Kuliah ke luar negeri berarti kamu harus meninggalkan negara asal beserta semua aktifitas kamu disana. Dengan kuliah online, asal bisa mengatur waktu dengan baik, kamu tetap bisa kuliah tanpa harus meninggalkan aktifitas dan kebiasaan kamu. Jika kamu berkendala untuk meninggalkan kampung halaman tetapi ingin mendapatkan gelar dari universitas luar negeri, ini adalah opsi yang sangat bagus.

Biaya

Biaya kuliah online bisa 40% lebih murah (atau lebih) jika dibandingkan dengan perkuliahan reguler. Biaya kuliah bisa lebih rendah karena fasilitas yang dinikmati tentu saja lebih terbatas jika dibandingkan dengan kuliah di kampus. Selain menghemat biaya kuliah, juga bisa menghemat biaya hidup, karena kuliah online hanya perlu komputer dan koneksi internet.

Kurikulum dan Modul

Tidak terdapat banyak perbedaan dari kurikulum dan modul kuliah online dengan kuliah di kampus. Hanya saja biasanya ada beberapa hal yang disesuaikan untuk perkuliah online.

Sosialisasi

Jika di kampus kamu bisa hang out dan ngobrol dengan teman, di kuliah online mahasiswa hanya bisa bersosialisasi via forum.

Kemandirian dalam belajar

Di kuliah reguler, mahasiswa menghadiri kelas kuliah dimana dosen menyampaikan pelajaran, kemudian menghadiri kelas tutorial, dimana dosen atau tutor dapat berinteraksi lebih dekat via tanya jawab, diskusi atau debat kelompok.

Mahasiswa kuliah online harus membaca textbook terlebih dahulu sebelum mengikuti kelas online. Mahasiswa juga harus membuat jadwal sendiri, dan bisa memotivasi sendiri agar bisa menyelesaikan waktu sesuai yang dijadwalkan.

Penilaian

Seperti halnya kuliah reguler, kuliah online juga perlu mengerjakan tugas dan ujian. Mahasiswa akan dinilai tugasnya. Jika kelas reguler menilai kehadiran dan partisipasi dalam kelas, kelas online juga menilai partisipasi mahasiswa dalam forum diskusi.

Tertarik dengan kuliah Online? Segera daftar di sini

Kuliah Jarak Jauh yang Murah dan Efektif

4527144772_4017ece435_o-630x417SAAT terjadi gonjang-ganjing anggota DPR yang studi banding ke Australia pada 2011, banyak yang berpendapat bahwa studi banding itu tidak perlu. Setidaknya ada dua alasan. Pertama, biayanya sangat mahal, dan kedua, ketersediaan teknologi informasi sudah memungkinkan interaksi tanpa harus datang ke seberang benua. Untuk alasan kedua ini, saya setuju dari awal, dan kini lebih setuju lagi.

Pada 5 Maret lalu, saya memberi kuliah online untuk mahasiswa program Master Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya. Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama karena saya pernah memberi kuliah dengan metode serupa untuk mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, saat berada di Australia dan Amerika Serikat. Kali ini saya berada di Wollongong, Australia. Kuliah yang berlangsung lebih dari satu jam itu berjalan sangat nyaman, lancar dan tanpa gangguan koneksi internet. Interaksi berlangung sangat baik sehingga jarak yang mencapai 5.000 km dan empat jam perbedaan waktu itu tidak terasa. Menariknya, saya bisa memberi kuliah dari unit apartemen saya di Wollongong tanpa perlu menyiapkan perangkat khusus. Saat persiapan kuliah dilakukan, saya bahkan bisa sambil masak lele bumbu sere kesukaan saya. Singkat kata, kuliah online lintas benua itu begitu mudah, sangat sederhana dan tanpa tambahan investasi apa pun. Sara rasa ini bisa jadi salah satu bentuk kontribusi kecil mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Adalah Dr. Imam Baihaqi, kawan baik saya yang merupakan dosen di Teknik Industri ITS, yang mengusulkan kuliah online ini. Kami berteman sejak 2003 ketika sama-sama mengikuti pendidikan Bahasa Inggris (English for Academic Purposes) di Jakarta, saat kami siap-siap berangkat ke Australia untuk pendidikan lanjut dengan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS). Persahabatan yang baik memang bisa jadi cikal bakal kolaborasi profesional yang tidak terduga manfaatnya.

Kuliah online itu menggunakan dua perangkat komunikasi yaitu Skype yang sudah sangat umum dan Team Viewer, sebuah perangkat mirip skype yang memiliki fasilitas “meeting”. Menariknya, kedua perangkat ini gratis segratis-gratisnya. Meski demikian, keduanya juga memiliki versi berbayar untuk keperluan yang lebih kompleks. Yang jelas, untuk kepentingan kuliah umum tersebut, versi gratis sudah lebih dari cukup.

Sebelum kuliah online saya mengunduh Team Viewer dari websitenya, http://www.teamviewer.com, dan menginstallnya di laptop. Semuanya dilakukan sangat mudah, hanya dalam hitungan menit. Setelah terinstall, Team Viewer bisa dijalankan dengan tampilan seperti Gambar 1 (kiri).

Untuk memulai menggunakannya, saya harus memilih tab “Meeting” lalu mengklik tombol “Start instant meeting” sehingga muncul jendela baru seperti Gambar 1 (kanan). Dengan ini, artinya saya sedang merancang sebuah pertemuan dan saya menjadi “tuan rumah” atau host dari pertemuan tersebut. Di jendela yang baru ini juga akan muncul “Meeting ID” yaitu sebuah identitas unik yang akan digunakan oleh pihak lain jika ingin bergabung dengan “meeting” yang saya rencanakan. Dalam contoh ini, “Meeting ID” saya adalah m47-628-783.

Dalam kuliah online tersebut, Pak Imam juga sudah siap dengan sebuah komputer di kelasnya di ITS Surabaya yang terhubung ke internet. Dalam hal ini, mengikuti kuliah online pada dasarnya adalah mengikuti (join) meeting yang sudah saya rancang dengan menjalankan Team Viewer. Dengan demikian, Pak Imam di Surabaya cukup memasukkan “Meeting ID” yaitu m47-628-783 di jendela Team Viewer (lihat Gambar 1-kiri) lalu mengklik “Join meeting”. Alternatifnya, Pak Imam tidak harus menginstall Team Viewer, cukup dengan browser yang memiliki flash add on. Disarankan menggunakan Google Chrome atau Mozila FireFox. Dengan browser ini, “join meeting” bisa dilakukan dengan mengunjungi http://go.teamviewer.com/ dan memasukkan “Meeting ID” seperti pada tampilan Gambar 2.

Sesaat setelah itu, saya akan melihat di jendela meeting saya ada koneksi dari 1 pengguna yang artinya ada satu pihak yang sedang mengikuti meeting saya. Saya harus memastikan bahwa “screen sharing” sudah diaktifkan (lihat “screen sharing” pada Gambar 1-kanan) sehingga Pak Imam, atau siapa pun yang mengikuti meeting saya, bisa melihat layar komputer saya melalui komputernya. “Peserta” meeting ini bisa lebih dari satu di lokasi berbeda dengan memasukkan Meeting ID seperti penjelasan sebelumnya. Artinya, memungkinkan bagi saya untuk memberi kuliah dari Wollongong dengan beberapa kelompok peserta di Surabaya, Yogyakarta, Amerika atau tempat lain. Selain itu, partisipasi juga bisa dilakukan dengan mobil device lain seperti iPhone dan iPad. Saya belum pernah mencoba menggunakan merek lain, tetapi saya yakin perangkat berbasis Android juga memiliki kemampuan menggunakan Team Viewer.

Mulai saat ini, layar komputer saya sudah ‘terkloning’ pada komputer Pak Imam di Surabaya. Karena komputer di Surabaya terhubung ke LCD proyektor maka apa yang Nampak di layar komputer saya, nampak juga di sebuah layar besar di depan kelas. Jika saya menampilkan bahan kuliah berupa presentasi Power Point maka yang nampak di Surabaya adalah presentasi yang sama. Inilah inti dari kuliah online itu. Saya menjalankan presentasi di laptop saya di Wollongong dan mahasiswa melihat hal yang sama di Surabaya melalui layar besar di depan kelas seperti pada Gambar 3.

Bagaimana dengan suara? Meskipun Team Viewer memiliki fasilias transfer suara yang bernama “Voice over IP”, kami memilih untuk menggunakan perangkat lain yaitu Skype. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualias gambar presentasi dan suara sama-sama bagus karena ditangani secara terpisah menggunakan perangkat yang berbeda. Konsekuensinya, saya dan Pak Imam masing-masing harus memiliki dua komputer yaitu satu komputer untuk interaksi Team Viewer (untuk gambar hasil kloning layar komputer saya) dan satu komputer lagi untuk interaksi dengan Skype (suara dan video). Misalnya di Surabaya ada dua komputer A dan B maka komputer A adalah untuk interaksi dengan Team Viewer yang terkoneksi ke LCD proyektor dan komputer B adalah untuk interaksi menggunakan Skype dengan volume speaker yang dibesarkan agar suaranya terdengar oleh semua peserta kuliah. Selain untuk suara, koneksi Skype juga digunakan untuk mentransfer video. Dengan demikian, saya bisa melihat suasana di kelas dengan leluasa dan peserta kuliah bisa mendengar sekaligus melihat saya karena komputer B juga terhubung ke LCD proyektor. Hal ini bermanfaat secara psikologis mengingat saya merasa benar-benar mengajar secara langsung karena bisa melihat reaksi peserta. Ini berarti bahwa kamera pada komputer B mengarah ke ruang kelas.

Sementara itu saya di Wollongong menghadapi dua komputer yang saling berdekatan, sebut saja komputer 1 dan 2. Komputer 1 adalah host Team Viewer untuk menjalankan presentasi saya (terhubung dengan komputer A di Surabaya) dan komputer 2 untuk koneksi Skype yang mentransfer suara dan video saya ke Komputer B di Surabaya. Saya menggunakan iPad sebagai komputer 2 dan bisa mengamati suasana di Surabaya seperti yang nampak pada Gambar 4.

Dengan pengaturan seperti ini, pengalaman memberi kuliah benar-benar seperti live, sangat mengesankan dan interaktif. Saya bisa berkelakar dan mahasiswa merespon dengan baik. Saya juga bisa melihat ekspresi mereka. Pengalaman kuliah 5 Maret lalu sangatlah baik, saya melihat wajah-wajah antusias. Saya yakin, kuliah online ini juga menjadi sesuatu yang baru bagi kebanyakan peserta. Tentu menjadi pengalaman yang baru melihat seorang dosen muncul di layar seperti pada Gambar 5.

Harus diakui ada jeda dalam transisi animasi atau dari satu lembar tayang ke lembar tayang berikutnya tetapi itu sama sekali tidak mengganggu jalannya kuliah. Pemberi dan peserta kuliah memang perlu sedikit lebih sabar karena transisi antarlembar tayang bisa berlangsung lima hingga tujuh detik. Jika sudah diantisipasi, hal ini tidak menimbulkan masalah sama sekali.

Selain kuliah monolog, interaksi tanya jawab juga berlangsung sangat lancar. Rupanya Pak Imam menggunakan komputer dengan microphone yang cukup sensitive sehingga peserta cukup berada di deretan bangku terdepan dan saya sudah bisa mendengar suara mereka. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta kuliah dapat saya dengar dan tanggapi dengan baik. Selain itu, saya juga mengawali kuliah dengan menyebut akun twitter saya dan meminta peserta untuk bertanya lewat twitter dengan metode mention saat kuliah berlangsung. Dengan demikian, saya bisa melihat pertanyaan melalui twitter untuk dibahas saat diskusi. Hal ini juga untuk membantu mereka yang masih kesulitan dalam berekspresi secara verbal di depan umum. Dalam kuliah itu, saya menerima beberapa pertanyaan lewat twitter.

Harus diakui, pengalaman memberi kuliah online ini sangat berkesan bagi saya. Tidak saja saya telah berkesempatan berbagi, saya juga belajar banyak dan terinspirasi untuk menerapkan metode ini secara berkala. Kalau banyak orang yang mengatakan anggota DPR tidak perlu studi banding dan teknologi informasi sudah bisa menggantikannya, maka istilah dosen terbang mungkin juga perlu ditinjau lagi. Rupanya perlu adanya revisi terhadap pemahaman bahwa jarak bisa menjadi tirani seperti yang diungkapkan Geoffrey Blainey dalam bukunya The Tyranny of Distance. Dengan adanya teknologi informasi yang semakin terjangkau, distance does not matter. Bahwa jarak yang jauh sudah tidak layak lagi mendikte sebuah interaksi.

Berita kiriman:
I Made Andi Arsana
Dosen Teknik Geodesi UGM,
Kandidat doktor di University of Wollongong
(//rfa)

kampus.okezone.com

Kerennya Sekolah Rumah

oc_470x281pxSekolah rumah itu tak memiliki bentuk tunggal. Latar belakang orangtua beragam, keyakinan dan nilai-nilainya beragam, alasan memilih sekolah rumah beragam, demikian pun anak-anak sekolah rumah beragam.

Ada yang konservatif, ada yang liberal. Ada yang fundamentalis, ada yang hippies. Ada yang scholar, ada yang seniman. Ada yang scientist, ada yang artis.

Yang pasti, sekolah rumah memberikan kesempatan untuk tumbuhnya setiap potensi secara maksimal. Sebab, yang dipelajari dan dilakukan anak tak diseragamkan; tetapi sesuai model sekolah rumah yang dipilih, menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki anak dan kondisi keluarga.

 

Berikut ini beberapa tokoh masa kini yang tumbuh dalam pendidikan sekolah rumah dengan beragam warna.

 

  1. Julian Assange, Pendiri Situs Wikileaks

julian-assangeJulian Assange adalah tokoh yang sedang mendapat sorotan di dunia karena telah membocorkan dokumen-dokumen rahasia pemerintah dan militer Amerika Serikat melalui situs Wikileaks yang didirikannya. Dia adalah sosok seorang yang memberontak terhadap sistem politik korup yang sedang menguasai dunia saat ini. Akibatnya, dia dikejar oleh pemerintah Amerika Serikat yang ingin menangkapnya.

Julian Assange menjalani sekolah rumah selama beberapa tahun sambil melakukan perjalanan bersama orangtuanya yang memiliki perusahaan teater keliling. Saat dewasa, dia terus menjalani hidup berpindah-pindah; dan itu sesuai dengan kondisinya saat ini yang menjadi target pembunuhan dan pemburuan karena apa yang dilakukannya.

 

  1. Condoleezza Rice, Menteri Luar Negeri

condoleezza-riceCondoleezza Rice adalah wanita berkulit hitam pertama yang menjadi menteri luar negeri Amerika Serikat. Dia menjadi menteri luar negeri pada saat pemerintahan George W. Bush. Majalah Forbes pernah menobatkannya sebagai “The Most Powerful Woman in the World”. Saat ini dia menjadi pengajar di Stanford Graduate School of Business.

Angelina Rice, ibu dari Condoleezza Rice, berhenti dari pekerjaannya sebagai guru musik di SMA untuk mendidik sekolah rumah buat anak perempuannya itu.

 

  1. Erik Demaine, Profesor Matematika

erik-demaineErik Demaine adalah professor termuda yang pernah dimiliki The Massachusett Institute of Technology (MIT). Dia menjadi dosen pada usia 20 tahun. Dia adalah ahli matematika origami, yang menggunakan model origami untuk memahami konsep matematika dan menerapkannya dalam berbagai disipling seperti arsitektur, robotik, dan biologi molekular.

Demaine menjalani sekolah rumah sambil melakukan perjalanan keliling Amerika Serikat bersama ayahnya, seorang pandai emas (goldsmith) dan glassblower. Demaine mulai kuliah saat usia 12 tahun, menyelesaikan sarjana pada usia 14 tahun. Selain seorang jenius di bidang matematika dan komputasi, Demaine adalah seorang seniman yang karyanya dipajang di the Museum of Modern Art dan dijadikan sebagai koleksi permanen di museum itu.

Masih ada sosok-sosok homescholing lain yang terus bertumbuhan di berbagai penjuru dunia. Ada The Jonas Brothers (grup musik), Margaret Atwood (penulis), Francis Collins (saintis), Akiane Kramarik (pelukis), dan sebagainya. Anda dapat membacanya selengkapnya di sini: http://www.thebestcolleges.org/2010/the-worlds-15-most-extraordinary-homeschoolers/